RADAR BOGOR - Arus lalu lintas di Jalan Otista, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, padat merayap, Minggu 8 Februari 2026.
Antrean kendaraan mengular hingga Mal Lippo Plaza Kebon Raya.
Pantauan di lokasi, kepadatan lalu lintas dimulai dari arah Jalan Tentara Pelajar. Laju kendaraan tidak bisa dipacu optimal. Bahkan kendaraan beroda dua sekalipun.
KBO Satlantas Polresta Bogor Kota Iptu Lukito mengatakan kepadatan arus lalu lintas sudah mulai terjadi sejak pukul 14.00 WIB. Kondisi ini dipicu akibat ramainya pengunjung KRB.
“Karena bubaran pengunjung KRB di Pintu Satu Kebun Raya jam 16.00 WIB. Nanti menjelang setengah lima pintu ditutup itu bisa terurai,” jelas Lukito pada Radar Bogor.
Pemicu serupa juga terjadi di pintu Kebun Raya dekat Mal Lippo Plaza Kebon Raya. Hal inilah yang membuat antrean kendaraan tampak lebih panjang.
“Iya itu juga sama jadi pengunjung juga kan ada yang keluar dari pintu Amaris depan mall lippo plaza ditambah ini lagi weekend,” ujar Lukito, Minggu 8 Februari 2026.
Lukito menuturkan pengunjung yang keluat masuk KRB memang tampak lebih banyak dari biasa. Ia menduga karena banyak wisatawan yang ingin melihat mekarnya bunga bangkai.
“Iya kemudian ada juga bunga bangkai yang baru mekar kan infonya. Jadi kemungkinan pengunjung lebih banyak karena ada daya tarik lebih kan itu,” terang Lukito.
Sekedar informasi, bunga bangkai sendiri sudah mulai mekar sejak Jumat, 6 Februari 2026. Ini adalah momen langka, sebab baru kembali terjadi sejak 12 tahun silam.
GM Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin mengatakan bunga bangkai ini sudah dalam keadaan mekar sempurna. Tingginnya mencapai 1,4 meter.
“Mekar sempurna ini sudah terjadi sejak pukul 02.15 WIB. ketinggian bunga 1,4 meter dengan diameter mencapai 56 cm,” beber Zaenal pada awak media.
Zaenal menuturkan untuk bisa mekar sempurna pihaknya mesti menunggu selama dua pekan. Sebab pertumbuhan bunga bangkai sendiri memerlukan banyak tahapan.
Bunga bangkai pertama kali mekar di Kebun Raya Bogor pada tahun 2001 silam. Sementara terkahir mekar terjadi pada tahun 2014 silam.
“Jadi butuh 12 tahun untuk mekar, dan ini adalah mekar yang ke 6 kali, pertamakali mekar 2001. Biji umbi ditanam oleh peneliti pada tahun 1992,” ujar Zaenal
Tumbuhan dengan nama latin Amorphophallus Titanum itu tidak bisa mekar dalam waktu lama. Kondisi ini bergantung dengan cuaca yang ada.
“Berkisar dua sampai tiga hari. Kalau hari ini mekar dan hari berikutnya hujan deras maka itu sangat mempengaruhi dia akan langaung rontok,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.