RADAR BOGOR - Industri ikan hias nasional kembali menunjukkan geliat positif melalui penyelenggaraan Groomers Elite Championship Goldfish, ajang kompetisi ikan mas koki dengan hadiah utama Rp50 juta yang digelar di Fullbelly & Eats, Bogor Utara, Minggu 8 Februari 2026.
Kompetisi ini diikuti 50 groomer dengan total 58 ikan mas koki yang seluruh slotnya ludes terjual.
Tak hanya menilai kualitas ikan, ajang ini juga dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi sektor perikanan hias, khususnya mas koki, yang dinilai memiliki potensi besar di pasar nasional hingga internasional.
Ketua Penyelenggara Groomers Elite Championship Goldfish, Tommy Nurdiansa Alamsaputra, mengatakan kompetisi ini dikemas dengan konsep berbeda agar lebih dekat dengan generasi muda.
“Industri ikan mas koki di Indonesia sebenarnya besar, terutama di sektor hobi. Lewat event ini, kami ingin menaikkan kelasnya. Jadi bukan sekadar pelihara ikan, tapi benar-benar menjadi lifestyle,” ujarnya.
Tommy menjelaskan, para groomer akan memilih ikan secara langsung, kemudian ikan tersebut akan dinilai dalam kurun waktu 100 hari ke depan.
Selain peluang meraih hadiah, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas penunjang seperti pakan, akuarium, lampu, hingga obat-obatan.
“Konsepnya kami kemas seperti kompetisi game. Sekarang kan Mobile Legends lagi ramai, nah nuansanya kita buat seperti itu. Jadi dunia hobi ini terasa modern dan membanggakan,” jelasnya.
Menurutnya, masih ada anggapan gengsi terhadap hobi memelihara ikan. Padahal, ikan mas koki, koi, maupun arwana memiliki nilai ekonomi sekaligus prestise.
“Kami ingin para hobiis bangga. Miara ikan itu bukan hobi murahan, tapi bagian dari gaya hidup, terutama untuk anak muda,” tegasnya.
Peserta kompetisi berasal dari berbagai daerah, mayoritas dari Jabodetabek, serta kota-kota lain seperti Kudus, Medan, Semarang, Yogyakarta, dan Bandung. Kompetisi ini juga melibatkan Komunitas Mas Koki Indonesia yang selama ini aktif menggelar berbagai event offline berskala nasional.
“Event seperti ini rutin kami buat, baik di mal-mal Tangerang, AIS BSD, hingga Nusantik. Visi kami memang besar, membawa mas koki Indonesia dikenal dunia,” kata Tommy.
Ia menyebutkan, ikan mas koki Indonesia sejatinya sudah menembus pasar ekspor ke berbagai negara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei, hingga Rusia. Namun, diperlukan inovasi dan kemasan acara yang lebih modern agar perkembangannya merata.
Dalam kompetisi ini, biaya pendaftaran memang lebih tinggi dibanding harga pasaran ikan mas koki grade kontes yang berkisar Rp2–2,5 juta.
Namun, dengan biaya sekitar Rp7,5 juta, peserta mendapatkan berbagai benefit tambahan serta kesempatan memperebutkan delapan gelar juara, dengan hadiah utama mencapai Rp50 juta.
“Pesertanya atas nama pribadi. Juara bukan hanya dapat hadiah, tapi juga pengakuan dan nilai lebih sebagai groomer profesional,” pungkasnya.(ded)
Editor : Alpin.