Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peminatnya Kian Menjamur, Padel Jadi Gaya Hidup Urban Warga Kota Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 9 Februari 2026 | 19:41 WIB
Warga sedang bermain Padel di Dream Padel di Jalan Pajajaran Kota Bogor Minggu, 17 Januari 2026.
Warga sedang bermain Padel di Dream Padel di Jalan Pajajaran Kota Bogor Minggu, 17 Januari 2026.

RADAR BOGOR - Peminat padel kian menjamur di Kota Bogor. Olahraga padel ini menjelma sebagai gaya hidup baru bagi masyrakat perkotaan.

Peminat padel berasal dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda. Padelista tak pernah absen menyisihkan waktunya untuk datang ke lapangan.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh, Muhammad Rifaldi Gymnastiar. Setiap akhir pekan, Ia tak pernah luput untuk bermain padel bersama rekannya.

"Saya biasa main seminggu sekali. Biasa main padel di lapangan Panduraya atau di Pajajaran," kata Rifal pada Radar Bogor, Senin (9/2/2026).

Olahraga ini sudah ia gandrungi sejak akhir tahun 2025 silam. Informasi soal padel ia ketahui pertama kali melalui media sosial.

"Tau padel pertama kali dari postingan temen, terus saya penasaran. Awalnya fomo tapi sekarang jadi seru dan malah ketagihan," ujar Rifal.

Rifal rela menghabiskan waktunya satu sampai tiga jam untuk bermain padel. Oolaharag ini dinilai paling relevan untuk menggerakan seluruh tubuhnya.

Tak hanya olahraga, Rifal juga kerap memanfaatkan momen ini untuk bercengkrama dengan rekannya. Aktifitas yang paling seru adalah berswa foto.

"Biasanya juga ada foto-foto atau ada fotograpernya. Jadi sembari olahraga bisa menambah relasi pertemanan juga. Malah saya gabung komunitas," ucapnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Mita Fitri. Warga asal Kelurahan Empang itu justru sudah mengenal olahraga padel sejak dua tahun silam.

"Aku main padel pertama kali tahun 2024. Waktu itu diajak saman teman kampus. Jadi aku sering mainnya di Jakarta," terang Mita.

Bermain padel dipandang Mita lebih mudah ketimbang tennis. Olahraga ini tidak perlu banyak menguras energi dalam setiap permainannya.

"Bagi yang udah sering tennis pasti lebih easy di game nya. Karna kayanya lebih effortless main padel dibanding tennis," ucap Mita.

Demam padel juga dibuktikan dengan menjamurnya fasilitas olahraga ini. Dalam setahun sudah ada 10 lapangan yang melakukan izin pembangunan.

Data itu didapat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bogor. Ini terhitung sepanjang tahun 2025.

"Iya sepanjang tahun 2025 tercatat ada 10 lokasi yang melakukan pengajuan pembangunan sarana olah raga padel," kata Sekretaris DPMTSP Kota Bogor Cecep Zakaria.

Lokasi lapangan padel sendiri tersebar diempat kecamatan. Mulai dari Kecamatan Bogor Utra, Timur, Tanah Sareal dan Kecamatan Bogor Selatan.

Masing-masing memiliki luas lahan berbeda. Namun yang paling besar berada di Jalan KH Sholeh Iskandar Kecamatan Tanah Sareal.

Di lokasi tersebut lapangan padel dibangun di atas tanah seluas 5.270 meter persegi. Proyek dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas penunjang.

Menanggapi hal itu Pakar Komunikasi Pembangunan IPB University, Dwi Retno buka suara. Ia menilai pesatnya tren padel tak lepas dari peran media sosial.

“Media sosial saat ini menjadi ruang produksi makna. Di sana tren diproduksi, diperkuat, lalu menyebar secara kolektif,” ujarnya.

fenomena Fear of Missing Out (FOMO) ikut mendorong antusiasme masyarakat terhadap padel. Namun Retno memandang justru kondisi tersebut berdampak positif.

“FOMO sebenarnya soal eksistensi dan validasi. Dalam kasus padel, ini justru positif karena mendorong orang bergerak dan hidup lebih sehat,” kata Retno pada Radar Bogor.

Tantangan terbesarnya adalah keberlanjutan eksistensi. Padel disebut Retno sebaiknya tidak hanya sebagai euforia sesaat. Dan ini bisa dilihat dalam dua tahun kedepan.

“Kalau lapangannya tetap bertahan dan terus digunakan, seperti futsal, berarti padel sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” ujarnya.

Retno juga menyoroti karakter padel yang dimainkan secara berkelompok. Hal ini menjadikan padel sebagai sarana interaksi sosial dan penyebaran semangat positif.

Ia menilai, ada pergeseran gaya hidup yang cukup menarik. Minat masyarakat terhadap aktivitas hiburan malam dan konsumsi alkohol mulai tergantikan dengan aktivitas olahraga di sport center atau lapangan padel.

“Ini sinyal positif bagi pembangunan manusia. Kesehatan fisik dan mental sangat berkaitan dengan kualitas hidup,” ucapnya.

Olahraga disebutnya membantu tubuh memproduksi hormon endorfin yang menjaga keseimbangan jasmani dan rohani, terutama di tengah derasnya arus informasi dan tekanan kehidupan perkotaan.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #padel #gaya hidup