Manager NRW (Non-Revenue Water) dan Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Nasrul Zahar, menjelaskan bahwa perbaikan utama pada titik kebocoran pertama telah diselesaikan.
Selanjutnya, petugas melakukan proses normalisasi aliran yang membutuhkan waktu lebih lama karena kondisi elevasi pipa yang tidak merata.
Ia menerangkan bahwa pengalaman dalam menangani kasus serupa sebelumnya membantu mempercepat proses normalisasi, sehingga aliran air yang sempat dihentikan sudah dapat kembali disalurkan pada malam hari.
"Berkat pengalaman sebelumnya, normalisasi semalam tidak terlalu lama, air yang sempat dihentikan sudah bisa kami alirkan kembali," ujar Nasrul dalam keterangannya.
Namun, saat normalisasi diarahkan ke jalur Ciawi, Tajur, dan Dekeng, petugas menemukan kebocoran baru pada pipa PPC dengan diameter yang sama di lokasi berbeda, tepatnya di sekitar jalur Rancamaya. Temuan tersebut membuat tim kembali melakukan penanganan lanjutan agar gangguan tidak meluas.
Baca Juga: Baznas Tetapkan Zakat Fitrah Rp50 Ribu pada Ramadhan 1447 Hijriah, Ini Penjelasannya
Untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan, Perumda Tirta Pakuan menerapkan rekayasa aliran dengan mengalihkan distribusi air dari Reservoir Rancamaya ke wilayah terdampak. Sementara itu, aliran dari Tangkil diarahkan ke kawasan Dekeng agar suplai air tidak melewati titik kebocoran.
Langkah rekayasa distribusi ini diharapkan mampu menekan gangguan layanan selama proses perbaikan berlangsung. Setelah penanganan di titik kebocoran kedua selesai, proses normalisasi ditargetkan dapat berjalan lebih cepat.
Nasrul Zahar menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan telah rampung sekitar pukul 18.00 WIB dan saat ini aliran air mulai dibuka kembali secara bertahap. Petugas masih terus melakukan normalisasi jaringan untuk mempercepat pemulihan distribusi air ke rumah-rumah pelanggan, sembari mengapresiasi kesabaran masyarakat selama proses perbaikan berlangsung.