Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Beberkan Jalur Ring Road Bogor dari Kuntum hingga Pasir Kuda, Wali Kota Dedie Rachim: Terhubung ke Bocimi

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 11 Februari 2026 | 19:12 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menjelaskan program pembangunan Jalur Ring Road.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menjelaskan program pembangunan Jalur Ring Road.

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota Bogor membeberkan, gambaran rinci pengembangan jaringan jalan lingkar yang digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang kemacetan.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyampaikan, trase tersebut akan menghubungkan sejumlah kawasan strategis mulai dari wilayah Kuntum hingga Pasir Kuda, sekaligus terkoneksi dengan rencana jalan tol di selatan kota.

Dedie Rachim menjelaskan, salah satu contoh lintasan berasal dari jalan Regional Ring Road (R3) yang menyeberangi Sungai Ciliwung di kawasan Kuntum, kemudian keluar di wilayah Gudray, Wangun, dan berlanjut menuju kawasan Genteng.

Jalur itu akan melewati area Green Forest sebelum masuk ke kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR).

Apabila kemampuan anggaran memungkinkan, proyek tersebut akan diperpanjang hingga Pasir Kuda.

Di titik itu, jaringan jalan lingkar direncanakan bertemu dengan Bogor Outer Ring Road yang mengarah ke wilayah Dramaga, kemudian tersambung kembali ke Pasir Kuda dan Maseng.

Menurut Dedie, pertemuan jalur di Pasir Kuda akan menjadi simpul penting karena berada di antara arah Dramaga dan koridor menuju proyek tol Bocimi.

Ia menambahkan, di kawasan tersebut juga tengah dipersiapkan rencana pengembangan Tol BOR sebagai bagian dari integrasi jaringan transportasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses pembebasan lahan untuk perpanjangan Bogor Outer Ring Road dari Kayu Manis hingga Bomang saat ini masih berlangsung.

Pemerintah Kota Bogor, lanjut Dedie Rachim, turut berkontribusi dengan menyediakan lahan sekitar 3 kilometer atau kurang lebih tiga hektare untuk mendukung akses lanjutan proyek tersebut.

Meski menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi biaya dan teknis pembangunan, Dedie Rachim menegaskan, pemerintah kota tetap berkomitmen menuntaskan persoalan kemacetan.

Menurut Dedie Rachim, jika masalah lalu lintas dibiarkan berlarut-larut, kota akan mengalami berbagai kerugian, mulai dari pemborosan waktu dan energi masyarakat hingga hilangnya peluang ekonomi.

"Kalau kita tidak selesaikan persoalan kemacetan, maka inefisiensi masalah pemborosan waktu, tenaga, pikiran, kemudian kesempatan hilang," jelas Dedie Rachim kepada Radar Bogor.

Oleh karena itu, Dedie Rachim menekankan pentingnya fokus pada pembangunan infrastruktur sebagai langkah strategis demi meningkatkan efisiensi mobilitas dan kualitas hidup warga Kota Bogor. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kota bogor #pasir kuda #Bocimi #ring road #Dedie Rachim #outer ring road