Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Buka-bukaan Soal Distribusi Pasar Dekat Stasiun Bogor, Wali Kota Dedie Rachim Dorong Integrasi Logistik Kereta untuk Urai Macet

Lucky Lukman Nul Hakim • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:25 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menjelaskan diperlukannya kereta barang di Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menjelaskan diperlukannya kereta barang di Bogor.

RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyoroti persoalan distribusi barang di kawasan pasar sekitar Alun-Alun dan Stasiun Bogor yang dinilai belum terintegrasi dengan moda transportasi kereta api.

Padahal, lokasi Pasar Anyar yang sangat dekat dengan stasiun dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sistem logistik berbasis rel.

Dedie Rachim mengungkapkan, saat dirinya dilantik pada Februari 2025 bersama Gubernur Jawa Barat, ia telah menyampaikan kepada Dedi Mulyadi sejumlah persoalan strategis Kota Bogor, termasuk sistem distribusi barang di kawasan pasar pusat kota.

Menurut Dedie Rachim, aktivitas distribusi di pasar yang berada dekat stasiun masih mengandalkan kendaraan pickup dan truk untuk mengangkut barang.

Kondisi ini dinilai kurang efisien karena jalur rel sebenarnya tersedia tepat di depan kawasan tersebut.

Dedie Rachim menyontohkan, pedagang kelontong hingga pelaku industri sepatu Bogor yang memiliki gudang di kawasan Pasar Anyar dan Jalan Dewi Sartika.

Meskipun berdekatan dengan Stasiun Bogor, jelas Dedie Rachim, para pelaku usaha tersebut belum dapat memanfaatkan layanan kereta untuk distribusi barang dalam skala besar karena keterbatasan akses dan sistem angkutan logistik.

Dedie Rachim menilai, apabila integrasi antara pasar, gudang, dan moda kereta api dapat diwujudkan, maka pergerakan ekonomi akan semakin efisien.

"Menurut saya sih, kalau bisa diwujudkan tentu pergerakan ekonomi akan terbantu," kata Wali Kota Dedie Rachim kepada Radar Bogor.

Selain mendukung distribusi barang, tambah Dedie Rachim, sistem transportasi terintegrasi juga diyakini dapat mengurangi beban kendaraan logistik di jalan raya yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di pusat Kota Bogor.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 1 2026 Cair Melalui KKS BRI, Cek Daerah yang Sudah Menarik Saldo Rp600.000 Sejak Semalam

Dedie Rachim menegaskan, pembenahan sistem transportasi tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki efek langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #wali kota bogor #gubernur jawa barat #Dedie Rachim #stasiun bogor