Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

ICMI Film Festival 2026 Dorong Generasi Bogor Ciptakan Konten Positif Bermodal Handphone

Muhammad Ali • Jumat, 13 Februari 2026 | 21:30 WIB
Workshop & Praktik ICMI Film Festival 2026 di Aula Internasional Class Lantai 3 Universitas Tazkia, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat 13 Februari 2026.
Workshop & Praktik ICMI Film Festival 2026 di Aula Internasional Class Lantai 3 Universitas Tazkia, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat 13 Februari 2026.

RADAR BOGOR — Konten positif di media sosial dinilai semakin mendesak di tengah derasnya arus informasi digital.

Di saat linimasa dipenuhi berbagai konten tanpa batas, karya kreatif yang sarat nilai moral dan edukasi menjadi penting, terutama bagi generasi muda.

Melalui Workshop & Praktik ICMI Film Festival 2026 yang digelar dalam rangka Bogor Icmi Islamic Festival (BIIFest), ICMI Orda Kota Bogor mendorong pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk aktif memproduksi foto dan film pendek yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa pesan kebaikan.

Pemateri sekaligus Ketua Dewan Juri, Reza B. Surlanegara, menegaskan bahwa membuat foto dan film pendek yang berkualitas tidak harus menggunakan peralatan mahal.

Menurut Reza, di era digital saat ini, handphone sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkualitas.

“Bikin foto keren, bikin film pendek keren itu tidak wajib pakai kamera mahal, pakai handphone saja sudah bisa. Manajemen produksinya dari mulai persiapan, syuting, sampai editing sudah ada di handphone,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan, festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan.

Karya-karya terbaik nantinya berpeluang diikutsertakan dalam ajang nasional, seperti Festival Film Santri tingkat nasional.

Dengan demikian, peserta dari Bogor memiliki kesempatan untuk melangkah ke panggung yang lebih luas.

Reza menekankan pentingnya menghadirkan konten yang memiliki nilai moral dan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, saat ini terjadi perang budaya di media sosial, di mana konten negatif lebih mudah tersebar.

“Kita ini perang budaya. Konten tentang Bogor saja masih sedikit, apalagi konten yang betul-betul punya moral value. Harapannya pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Bogor terbiasa bikin konten bagus dan positif untuk diunggah di media sosial,” jelasnya.

ICMI Film Festival 2026 membuka beberapa kategori lomba, yakni kategori se-Bogor, antar ICMI se-Indonesia dan diaspora, serta kategori umum.

Khusus kategori se-Bogor, dibagi lagi menjadi antar pelajar, mahasiswa, serta umum dan komunitas.

“Dari desa juga boleh ikut, komunitas boleh, sekolah boleh, mahasiswa juga boleh. Ada juara satu, dua, dan tiga,” tambahnya.

Menariknya, tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua festival tersebut.
Jika tahun lalu hanya ada lomba film pendek dan pendaftaran berbayar, kini ditambah lomba foto dan pendaftaran digratiskan.

“Bedanya dengan tahun lalu, sekarang ada lomba foto dan pendaftarannya gratis,” ungkapnya di Aula Internasional Class Lantai 3 Universitas Tazkia, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor

Penambahan kategori foto dilakukan untuk memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi.

Menurut Reza, proses pembuatan video relatif lebih panjang dibandingkan foto, sehingga lomba foto diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta.

Kategori foto bersifat umum dan bebas, mulai dari human interest, jurnalistik, interior, eksterior, hingga foto masjid dan lainnya. Peserta juga diperbolehkan menggunakan kamera profesional maupun handphone.

“Bebas mau pakai kamera atau handphone. Yang penting kan orang di belakang kameranya,” katanya

Ia bahkan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan foto-foto yang selama ini hanya tersimpan di handphone agar didaftarkan dalam lomba.

Selain berpeluang mendapatkan uang tunai, pemenang juga akan memperoleh sertifikat tingkat nasional.

Lebih jauh, Reza berharap kegiatan ini mampu mendorong lahirnya lebih banyak konten positif di media sosial.

Ia mengingatkan bahwa apa yang sering muncul di linimasa atau FYP sangat memengaruhi pola pikir generasi muda.

“Kalau FYP-nya negatif, otak kita, adik-adik kita, anak-anak kita bisa teracuni. Tapi kalau konten yang banyak itu positif, dampaknya juga positif,” ucapnya.

Ia pun mengajak peserta untuk memanfaatkan media sosial sebagai ladang pahala dan kebaikan.

“Bikin satu konten baik, taruh di media sosial, itu jadi pahala selama konten itu masih ada. Sebaliknya, kalau kontennya tidak baik, itu bisa jadi dosa selama masih tersimpan dan ditonton orang,” pungkasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#kota bogor #film festival #icmi