RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menegaskan, upaya mengatasi kemacetan di Kota Bogor membutuhkan fokus serius melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan terencana.
Ya, Dedie Rachim menyampaikan, penanganan kemacetan di Kota Bogor bukanlah pekerjaan mudah dan membutuhkan biaya besar.
Sehingga, diperlukan konsentrasi penuh dari seluruh pihak terkait.
Dedie Rachim menekankan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci utama dalam mengurai persoalan lalu lintas yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Menurutnya, selain pembangunan fisik, pemerintah juga tetap menjalankan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program seperti makan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis tetap berjalan seiring dengan upaya pembangunan infrastruktur.
Dedie Rachim juga menjelaskan, berbagai program pendidikan, termasuk sekolah rakyat, terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembangunan yang menyeluruh.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan jalan dan fasilitas transportasi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.
Dedie Rachim menambahkan, penanganan kemacetan merupakan proyek jangka panjang yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, bahkan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Oleh karena itu, diperlukan konsistensi dan keberlanjutan dalam setiap kebijakan yang diambil.
"Sebuah proyek yang berkelanjutan tidak selesai dalam 5 hingga 10 tahun ya, terus harus diselesaikan," ungkap Wali Kota Bogor, Dedie Rachim kepada Radar Bogor.
Pemerintah Kota Bogor, lanjut Dedie Rachim, akan terus berupaya memberikan porsi perhatian yang lebih besar terhadap persoalan kemacetan, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim