RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengungkapkan, rencana pembangunan Stadion Padjajaran Bogor yang mengusung standar FIFA akan dilakukan secara bertahap dengan konsep modular, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Dedie Rachim menjelaskan, perencanaan pembangunan Stadion Padjajaran Bogor melibatkan konsultan yang berkaitan dengan standar FIFA.
Namun, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama proyek tersebut tidak dapat direalisasikan secara penuh dalam waktu dekat.
Dedie Rachim menyampaikan, pembangunan stadion akan dilakukan sebagian terlebih dahulu, dengan prioritas pada bagian utama seperti tribun.
Konsep yang digunakan bersifat modular, sehingga pembangunan dapat dilanjutkan secara bertahap ketika anggaran tersedia.
Menurut Dedie Rachim, desain awal stadion berstandar FIFA sebenarnya dirancang dengan kapasitas sekitar 25.000 penonton.
Namun, kebutuhan saat ini dinilai belum sebesar itu, sehingga pembangunan tahap awal akan difokuskan pada kapasitas yang lebih kecil, sekitar 5.000 hingga 7.000 penonton.
Dedie Rachim menambahkan, pendekatan modular dipilih agar pengembangan stadion tetap fleksibel.
"Enggak apa-apa kita bikin modular, tapi tujuan akhirnya adalah bagaimana sarana olahraga di Kota Bogor tambah representatif," jelas Dedie Rachim kepada Radar Bogor.
Dengan konsep tersebut, kapasitas dan fasilitas stadion dapat ditingkatkan secara bertahap di masa mendatang tanpa harus merombak struktur utama.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim berharap, pembangunan ini dapat meningkatkan kualitas sarana olahraga di daerah.
Stadion yang lebih representatif diharapkan Dedie Rachim, mampu mendukung berbagai kegiatan olahraga sekaligus mendorong perkembangan sektor olahraga di Kota Bogor. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim