Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Program MBG di Kota Bogor Resmi Dikembangkan, Dapur SPPG Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Dede Supriadi • Sabtu, 14 Februari 2026 | 22:35 WIB
Kadin Kota Bogor kolaborasi dengan Polresta Bogor Kota dalam pengelolaan SPPG.
Kadin Kota Bogor kolaborasi dengan Polresta Bogor Kota dalam pengelolaan SPPG.

RADAR BOGOR - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diimplementasikan di Kota Bogor, dengan pendekatan baru yang tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis komunitas.

Komitmen penguatan ketahanan gizi nasional sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal kini mulai direalisasikan di Kota Bogor melalui pengembangan dapur program MBG.

Program ini dirancang tidak sekadar sebagai penyedia makanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Pelaksanaan program tersebut digagas oleh Kadin Kota Bogor melalui kerja sama strategis dengan Polresta Bogor Kota dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baranangsiang Polresta Bogor Kota II.

Ketua Kadin Kota Bogor, Maryati Dona Hasanah menyampaikan, inisiatif ini selaras dengan arah kebijakan nasional yang diusung Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Ia menjelaskan, dapur SPPG di wilayah Bogor Timur dirancang berbeda dari dapur umum pada umumnya.

Fasilitas tersebut, dilengkapi dengan ruang produksi roti serta unit pengolahan bahan pangan skala kecil atau mini processing yang ditujukan untuk membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.

"Pelayanan harus maksimal," ucapnya.

Konsep ini, muncul sebagai solusi atas keterbatasan lahan pertanian dan peternakan di wilayah perkotaan.

Melalui pendekatan pengolahan pangan bernilai tambah, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa bergantung pada produksi bahan baku primer.

Dapur SPPG ini juga dirancang sebagai proyek percontohan yang tidak hanya menyerap tenaga kerja di sektor produksi makanan, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekosistem usaha mikro di sekitar lokasi operasional.

Program tersebut diperkenalkan bersamaan dengan peresmian operasional ratusan SPPG serta peletakan batu pertama pembangunan dapur SPPG milik Polri.

Dari sisi kapasitas, dapur SPPG Baranangsiang ditargetkan mampu memproduksi hingga 3.000 porsi makanan per hari yang akan didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat di kawasan Bogor Timur.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keamanan pangan dalam program MBG, Kadin Kota Bogor memastikan bahwa seluruh proses produksi telah mengikuti standar operasional yang ketat.

Setiap tahapan dilakukan dengan sanitasi sesuai standar industri, penggunaan peralatan higienis, serta pengujian kualitas makanan secara cepat yang dilakukan setiap hari.

Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko terhadap potensi gangguan keamanan pangan, sekaligus menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi penerima manfaat.

Di sisi lain, proses pembangunan fasilitas sempat mengalami kendala akibat faktor cuaca yang menghambat tahap akhir pembangunan, khususnya pelapisan dinding menggunakan epoksi.

Meski demikian, pihak pengelola tetap optimistis proses penyelesaian dapat dirampungkan dalam waktu dekat.

Kadin Kota Bogor berharap, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekonomi di tingkat kelurahan melalui keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal. (ded)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kota bogor #SPPG #kadin #Makan Bergizi Gratis #Mbg