RADAR BOGOR - Pentingnya digitalisasi pengelolaan aset daerah melalui command center, ditegaskan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.
Program tersebut untuk meningkatkan transparansi dan pengawasan di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengungkapkan, Pemerintah Kota Bogor saat ini memiliki sekitar 3.800 bidang aset yang perlu dikelola secara optimal dan terintegrasi.
Dedie Rachim menilai, pengelolaan aset dalam jumlah besar tersebut tidak lagi efektif jika hanya mengandalkan sistem manual seperti penggunaan spreadsheet.
"Kan enggak mungkinlah kita pakai Excel kan gitu, udah enggak zaman gitu," papar Dedie Rachim kepada Radar Bogor.
Oleh karena itu, diperlukan sistem berbasis teknologi melalui command center untuk memantau dan mengendalikan seluruh aset secara real time.
Menurut Dedie Rachim, melalui sistem terintegrasi tersebut, pemerintah dapat mengetahui secara jelas status penggunaan lahan, pihak yang memanfaatkan, jangka waktu pemakaian, hingga aspek pembiayaan yang terkait.
Dedie Rachim menambahkan, keberadaan command center akan membantu pemerintah dalam meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan aset daerah.
Selain itu, sistem ini juga diharapkan mampu meminimalkan potensi penyalahgunaan aset serta mempercepat proses pengambilan keputusan.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan aset, agar lebih modern, efisien, dan terintegrasi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim