RADAR BOGOR - Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS, Endah Purwanti, menginisiasi kegiatan cucurak bersama Tim Kelurahan Bantarjati sebagai langkah nyata menggerakkan ekonomi lokal berbasis pemberdayaan wilayah.
Kegiatan cucurak Endah Pruwatni bersama warga Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara ini, digelar di Agro Edukasi Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Senin 16 Februari 2026.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal kegiatan yang dihadiri pengurus lingkungan dan kewilayahan, Kelompok Wanita Tani (KWT), kader Posyandu, serta tokoh masyarakat.
Endah Purwanti menegaskan bahwa momentum jelang Ramadan harus dimanfaatkan secara produktif. Menurutnya, kegiatan masyarakat dapat dirancang agar memberi dampak ekonomi langsung bagi warga.
"Silaturahmi harus membawa kebermanfaatan. Ketika kegiatan melibatkan UMKM lokal dan memilih lokasi wisata berbasis pertanian seperti AEWO, maka perputaran ekonomi terjadi di wilayah sendiri,” ujarnya.
Pemilihan lokasi di kawasan wisata edukasi pertanian tersebut dinilai strategis. Selain memperkenalkan potensi pariwisata berbasis pertanian, kegiatan ini juga mendorong penguatan UMKM lokal.
Sinergi antara sektor pertanian, pariwisata, dan pelaku usaha kecil diyakini mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.
Tak hanya itu, penguatan UMKM melalui kegiatan kolektif seperti ini juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor.
Dengan semakin hidupnya aktivitas ekonomi lokal, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga pembangunan daerah secara keseluruhan.
Beragam hidangan yang disajikan dalam cucurak berasal dari pelaku usaha warga Bantarjati. Hal ini menjadi bentuk komitmen nyata untuk memberdayakan potensi internal wilayah.
Menurut Endah Purwanti, kekuatan pembangunan berbasis wilayah terletak pada kolaborasi. Peran pengurus lingkungan, KWT, dan kader Posyandu sangat strategis sebagai penggerak sosial yang dekat dengan masyarakat.
"Kalau wilayah solid, ekonomi akan tumbuh. Kita ingin setiap kegiatan sosial memiliki nilai pemberdayaan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, tradisi cucurak menjelma menjadi ruang mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi lokal.
Semangat gotong royong jelang Ramadan pun diharapkan terus berlanjut demi kemajuan wilayah dan kesejahteraan warga Kota Bogor. (ded)
Editor : Yosep Awaludin