RADAR BOGOR - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Bogor memastikan, setiap satwa yang berhasil dievakuasi tidak dipelihara sendiri.
Melainkan, diserahkan kepada pihak berwenang maupun komunitas terkait sesuai jenis hewannya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Agung Prihanto menjelaskan, setiap hewan yang berhasil ditangani memiliki prosedur penyaluran berbeda.
Agung Prihanto menyampaikan, untuk satwa seperti ular dan biawak, biasanya ada pihak tertentu yang bersedia menerima atau memeliharanya.
Sementara itu, untuk kera, hewan tersebut akan diserahkan ke Balai KSDA agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Sedangkan untuk anjing, Dinas Damkar Kota Bogor bekerja sama dengan komunitas pecinta hewan, termasuk yang berada di Jakarta.
Menurut Agung Prihanto, anjing merupakan hewan yang cerdas sehingga penanganannya kerap berkaitan dengan konflik di lingkungan pemiliknya.
Dalam beberapa kasus, hewan tersebut diserahkan kepada petugas akibat permasalahan dengan warga sekitar.
Agung Prihanto menambahkan, setelah diamankan, anjing-anjing tersebut kemudian disalurkan kembali kepada komunitas untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
"Kita kerja sama dengan komunitas," ucap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Agung Prihanto kepada Radar Bogor.
Dengan sistem tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Agung Prihanto memastikan, tidak ada satwa hasil evakuasi yang dipelihara secara pribadi.
Sekaligus, kata Agung Prihanto, menjamin penanganan hewan dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai prosedur. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim