RADAR BOGOR – Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS, Karnain Asyhar, mengajak umat Islam di Kota Bogor memaknai Tarhib Ramadhan sebagai gerakan perubahan, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, Ramadhan merupakan momentum strategis untuk membangun transformasi spiritual sekaligus sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, kesiapan menyambut bulan suci harus diwujudkan melalui gerakan kolektif yang berdampak nyata.
“Tarhib Ramadhan tidak boleh berhenti pada seremoni. Ini harus menjadi gerakan membangun kesiapan umat untuk berubah dan membawa perubahan,” ujar Karnain dalam keterangannya.
Ia menilai, suasana religius di Bogor setiap Ramadhan memang selalu terasa kuat.
Masjid dan majelis taklim ramai, aktivitas ekonomi meningkat, serta berbagai kegiatan keagamaan tumbuh di tengah masyarakat.
Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian.
Karnain menyoroti tantangan seperti ketimpangan ekonomi, kenaikan kebutuhan pokok, peningkatan sampah konsumsi, hingga tantangan generasi muda di era digital.
Menurutnya, Ramadhan seharusnya menjadi momentum memperkuat empati sosial.
“Puasa mengajarkan kita merasakan lapar saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan. Maka Tarhib harus mendorong gerakan nyata seperti sedekah pangan, santunan yatim, dan dukungan bagi UMKM kecil,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan fenomena konsumsi berlebihan saat Ramadhan yang kerap berbanding terbalik dengan semangat kesederhanaan.
Ramainya pasar takjil, kata dia, sering diiringi lonjakan sampah plastik dan makanan terbuang.
Karena itu, Karnain mendorong hadirnya gerakan Ramadhan yang lebih ramah lingkungan.
Ia berharap masyarakat dapat membangun kesadaran ekologis melalui pengurangan sampah dan pola konsumsi yang bijak.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran umat Islam sebagai agent of change.
Menurutnya, nilai-nilai puasa seperti kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Karnain juga menaruh perhatian pada pembinaan generasi muda. Ia mendorong masjid dan komunitas menjadi ruang produktif yang mampu membentengi anak muda dari dampak negatif distraksi digital.
“Ramadhan harus melahirkan generasi yang kuat secara moral dan produktif secara sosial,” tegasnya.
Ia berharap gerakan Tarhib Ramadhan di Bogor dapat difokuskan pada tiga kesiapan utama, yakni kesiapan ruhiyah, intelektual, dan sosial.
Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi momentum kebangkitan umat.
“Semoga Ramadhan tahun ini menjadi titik balik menuju masyarakat yang lebih peduli, lebih bersih, lebih berkeadilan, dan lebih bertakwa,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.