Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hari Pertama Ramadhan, Warga Kota Bogor Ramai-Ramai Berburu Takjil

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 19 Februari 2026 | 17:18 WIB
Keramaian warga tengah berburu takjil di Jalan Heulang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis 19 Februari 2026.
Keramaian warga tengah berburu takjil di Jalan Heulang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis 19 Februari 2026.

RADAR BOGOR - Aktivitas berburu takjil seolah menjadi tradisi warga Kota Bogor, setiap bulan Ramadhan.

Bahkan kondisi berburu takjil ini sudah mulai tersaji sejak hari pertama puasa ramadhan, Kamis 19 Februari 2026.

Warga Kota Bogor ramai-ramai mendatangi sentral jajanan ramadhan. Salah satunya yang ada di Jalan Heulang, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.

Meski sempat diguyur hujan, pusat jajanan itu tetap dipadati pembeli.

Setelah adzan ashar berkumandang mereka langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut.

Jajanan yang dijual oleh para pedagang pun cukup beragam. Mulai dari makanan tradisional, kekinian hingga aneka minum-minuman.

Salah satu pedagang, Livyani mengaku sempat pesimis karena hujan terus mengguyur sejak pagi. Namun prasangka tersebut rupanya salah.

“Ternyata setelah adzan ashar berenti langsung ramai, alhamdulillah ini juga saya sudah laku banyak. Saya sendiri jual pempek Palembang,” jelas Livy pada Radar Bogor.

Satu porsi pempeknya dibandrol Rp20 ribu. Harga ini dipandang Livy memang lebih mahal dari biasanya. Sebab dagangan yang dijualnya asli dari daging ikan.

“Mungkin semang agak mahal tapi yang kita ini asli Palembang. Jadi kita mau jual rasa. Tapi alhamdulillah ko ini sudah banyak juga yang belinya,” kata Livy.

Hal serupa juga diutarakan oleh Mustika. Ia sendiri membawa banyak jenis dagangan. Mulai dari goreng-gorengan, kolek, mie srodot hingga makanan manis lainnya.

“Kita bawa bangak dagangan manis kan karena katanya sunnah buka puasa makan-makanan manis. Mangkannya kita bawa kolek kaya gini,” ungkap Mustika.

Makanan yang dijual oleh Mustika cukup murah, harganya dimulai dari Rp10 ribu. Menarikanya semua dagangan yang dijual merupakan hasil olahannya sendiri.

“Biasnaya setiap pagi kita belanjan, terus nanti agak siangan tuh kita masak semuanya tuh, dibantu ibu. Sekitar jam 14.00 WIB baru kita kesini untuk siap-siap,” pungkansya.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #berburu takjil #ramadhan