Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Antisipasi Operasional Terhenti, Berkas Administrasi Biskita Dipersiapkan Lebih Awal

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 20 Februari 2026 | 16:42 WIB
Biskita Transpakuan kembali beroperasi normal Senin, 5 Januari 2026.
Biskita Transpakuan kembali beroperasi normal Senin, 5 Januari 2026.

RADAR BOGOR - Penghentian operasional Biskita pada awal 2025 lalu jadi pengalaman berarti bagi Pemkot Bogor. Banyak masyarakat yang disebut terdampak atas kebijakan pemberhentin operasional BisKita.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi agar opersional Biskita tidak terhenti. Salah satunya dengan menyiapkan administrasi lebih awal.

“Untuk tahun depan kita persiapkan dari sekarang mudah-mudahan jedanya hanya satu hari saja,” jelas Dedie pada Radar Bogor, Jumat 20 Februari 2026.

Penghentian operasional Biskita pada awal tahun lalu dipicu akibat skema kerja sama yang dilakukan. Buy The Services (BTS) membuat kontrak hanya berlaku satu tahun.

Namun saat itu Pemkot Bogor bergerak cepat. Berbagai upaya dilakukan. Sehingga penghentian operasional hanya berjalan tiga sampai empat hari saja.

“Kita kan sudah memperjuangkan supaya bisa beroperasi kembali. Sekarang kan sudah bisa dinikmati sampai dengan hari ini,” terang Dedie.

Saat ini sudah ada empat koridor Biskita yang sudah beroparasi. Pertama Koridor K1 dengan rute Bubulak hingga Cidangiang. Berikutnya K2 Bubulak sampai Ciawi.

Sementara Koridor K5 melayani rute Ciparigi hingga Stasiun Bogor, dan terakhir Koriodor K6 yang melintas dari Parungbanteng hingga Stasiun Bogor.

Pemerintah Kota Bogor juga tengah berupaya untuk menambah dua koridor tambahan. Mereka saat ini tengah menjajaki skema kerja sama dengan pihak ketiga.

Dedie menyebut kerja sama tersebut menjadi penting. Sebab skema awal operasional dua koridor baru ini tidak disubsidi.

"Jadi sedang kita tawarkan ke beberapa calon investor yang berminat. Skema awalnya non subsidi," ucap Dedie beberapa waktu lalu.

Salah satu investor juga sudah dikantongi namanya. Namun Dedie enggan berkomentar banyak terakait perusahaan yang siap melakukan investasi.

"Sudah ada yang melakukan proses menghitung namun kita tunggu saja hasilnya," kata Dedie saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Pemerintah Kota Bogor juga turut membuka opsi untuk kembali mensubsidi dua koridor baru itu. Namun proses penghitungannya mesti cermat.

"Harus dihitung secara cermat bila bersubsidi," terang Dedie.

Bila tanpa subsidi, biaya perjalanan Biskita diperkirakan diperkirakan mencapai Rp12.000 hingga Rp14.000 per sekali jalan.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #Biskita #Dedie Rachim