Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

171 Bencana Terjadi Awal 2026 di Kota Bogor, Cuaca Ekstrem Mendominasi

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 20 Februari 2026 | 18:48 WIB
Sejumlah kejadian bencana yang terjadi di Kota Bogor, sepanjang Februari 2026.
Sejumlah kejadian bencana yang terjadi di Kota Bogor, sepanjang Februari 2026.

RADAR BOGOR – Intensitas bencana di Kota Bogor sepanjang awal tahun 2026 tergolong tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat total 171 kejadian bencana terjadi dalam periode 1 Januari hingga 19 Februari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, mayoritas kejadian didominasi bencana hidrometeorologi, terutama cuaca ekstrem dan tanah longsor.

"Berdasarkan data BPBD, dari total 171 kejadian, cuaca ekstrem menempati posisi tertinggi dengan 82 kejadian, disusul tanah longsor 81 kejadian, lain-lain tujuh kejadian, serta banjir satu kejadian," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat 20 Februari 2026.

Secara kewilayahan, Bogor Selatan menjadi wilayah paling rawan dengan 48 kejadian.

Disusul Bogor Barat 37 kejadian, Tanah Sareal 31 kejadian, Bogor Utara 30 kejadian, Bogor Tengah 16 kejadian, dan Bogor Timur sembilan kejadian.

Dari sisi dampak, tercatat 65 rumah terdampak dengan rincian tiga rumah rusak berat, 50 rusak sedang, dan 12 rusak ringan.

Sementara dampak terhadap warga mencapai 620 jiwa dari 187 kepala keluarga.

"BPBD juga mencatat korban meninggal dunia sebanyak tiga orang, luka ringan empat orang, serta luka berat satu orang," tulisnya.

Khusus periode 1–19 Februari 2026 saja, BPBD mencatat sudah terjadi 43 kejadian bencana.

Rinciannya, cuaca ekstrem 29 kejadian, tanah longsor 10 kejadian, dan lain-lain empat kejadian.

Sebaran kejadian pada Februari relatif merata. Bogor Barat, Tanah Sareal, Bogor Utara, dan Bogor Selatan masing-masing mencatat sembilan kejadian. Bogor Tengah lima kejadian dan Bogor Timur dua kejadian.

Dampak pada Februari meliputi 20 rumah terdampak dengan rincian satu rusak berat, 15 rusak sedang, dan empat rusak ringan. Total warga terdampak mencapai 179 jiwa dari 57 kepala keluarga.

Dalam periode ini juga tercatat satu korban meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bogor menangani sejumlah kejadian akibat cuaca ekstrem di berbagai wilayah, Kamis 19 Februari 2026.

Beberapa di antaranya pergeseran tanah di RT 003/RW 006 Kelurahan Cipaku, tanah amblas di Gang Dodol Kelurahan Rancamaya, serta pohon tumbang di wilayah Tajur dan Ciparigi.

Selain itu, angin kencang juga menyebabkan beberapa atap rumah terbawa angin di Kelurahan Ciparigi dan Kencana, serta kejadian longsor di wilayah Batutulis.

"BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim penghujan, terutama warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan pohon tumbang," jelasnya.

Jika terjadi keadaan darurat, warga dapat menghubungi BPBD Kota Bogor melalui WhatsApp di nomor 0888-0911-2569 atau melalui media sosial resmi BPBD Kota Bogor.(uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #bencana alam #cuaca ekstrim