RADAR BOGOR - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kota Bogor diminta merekrut tenaga kerja lokal. Langkah ini bagian dari upaya agar SPPG memberdayakan warga.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan hal itu juga sudah tertuang dalam aturannya, salah satunya SPPG mesti merekrut 47 pegawai yang berasal dari warga sekitar.
“Inikan program pusat yang sangat baik. Di dalam ketentuan 47 pegawai SPPG itu harus direksrut dari warga sekitar,” terang Dedie Rachim kepada Radar Bogor.
Gagasan ini disebut Dedie sangat membantu warga. Apalagi SPPG tersebut beroperasi di wilayah yang mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
“Kalau warga sekitarnya ternyata masuk di Desil satu sampai lima maka kan dia akan terbantu sebagai pegawai SPPG ini,” tegas Dedie.
Dedie mengintruksikan kepada Disnaker agar gagasan tersebut bisa direalisasikan. Salah satu langkah pertana yang mesti dilakukan adalah dengan mengecek data tunggal warga.
Mengacu pada data Badan Gizi Nasionl (BGN) jumlah dapur SPPG di Kota Bogor lebih dari 100 yang beroperasi. Angka ini disebut berpotensi terus bertambah.
Semrntara angka pengangguran terbuka versi Disnaker Kota Bogor masih diangka 7,9 persen. Angka ini disebut setara dengan 42.000 warga Kota Bogor yang nganggur.
“Nah ini sedang kita coba kaitkan dengan program di Disnaker. Jadi dicek betul supaya ada impact atau dampak satu bidang usaha yang beroperasi di Kota Bogor,” ujar Dedie.
Langkah berikutnya untuk memberdayakan warga adalah dengan memperbaiki data terpadu. Banyak bantuan dari pusat atau provinsi yang masih terpecah.
Misalnya, penerima bantuan PKH berasal dari keluarga A. Kemudian PBI dari keluarga B. Dedie kepingin yang mendapat intervensi bantuan itu satu keluarga.
“Sehingga dalam kurun waktu tertentu dia bisa terdegradasi, bisa keluar dari prasejahtera ke sejahtera, Nah, kita inginnya kalau datanya betul, bisa dipertanggungjawabkan dan valid, maka yang akan diintervensi adalah satu keluarga,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.