RADAR BOGOR – Masjid Dakwah Imam Al-Mahdi terus menguatkan perannya sebagai pusat aktivitas dakwah dan sosial di Kota Bogor.
Dengan mengusung branding “Masjid Cinta Dakwah”, pengurus Masjid Dakwah Imam Al-Mahdi menghadirkan fasilitas kegiatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Ketua Takmir Masjid Dakwah Imam Al-Mahdi, Muhammad Hamdani mengatakan, masjid ini dikelola olah Yayasan Cinta Dakwah dalam mengelola operasional sehari-hari.
Konsep yang dibangun adalah menjadikan masjid sebagai rumah dakwah bagi berbagai komunitas.
“Kami ingin masjid ini menjadi pusat dakwah di Kota Bogor. Bogor memiliki banyak komunitas dakwah dengan berbagai harakah dan segmentasi, sehingga kami ingin masjid ini menjadi rumah dakwah bagi semua,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 13 Februari 2026.
Keberadaan Masjid Dakwah Imam Al-Mahdi yang berada di Jalan Raya Cifor, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, ini berawal dari wakaf pemilik lahan sekaligus pengembang perumahan setempat.
Dalam perjalanannya, pengelolaan sempat berpindah dan nama masjid beberapa kali berubah sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Masjid Dakwah Imam Al-Mahdi.
Salah satu keunikan yang diusung adalah dukungan penuh terhadap kegiatan dakwah tanpa pungutan biaya.
Pengurus menyediakan fasilitas seperti listrik, sound system, hingga ruang kegiatan secara cuma-cuma bagi komunitas yang ingin berkegiatan.
“Tidak ada biaya sewa. Kami ingin memberikan fasilitas terbaik meski saat ini semuanya masih berproses,” kata Hamdani.
Ia berharap kemudahan tersebut dapat mendorong semakin banyak pihak memakmurkan masjid.
Selain fungsi dakwah, masjid juga menguatkan peran sosial melalui program “Prasmanan Dakwah”.
Setiap Jumat, takmir menyiapkan sekitar 200 porsi makanan untuk jamaah salat Jumat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Pembinaan masyarakat juga dilakukan melalui “Kajian Subuh Berkah Muslim Bahagia” yang telah berjalan sekitar tiga tahun dan kini memasuki seri ke-150.
Kajian ini menyasar khususnya ibu-ibu di lingkungan sekitar dengan materi mulai dari tafsir Al-Qur’an hingga pembinaan muslimah.
Tak hanya itu, pengurus rutin menggelar program anak bertajuk pesantren kilat di setiap masa libur sekolah.
Kegiatan ini berlangsung tiga hari hingga satu pekan, bahkan pernah mencapai 10 hari, dengan tema yang disesuaikan minat anak.
Dari sisi pembangunan, Hamdani mengakui prosesnya masih bertahap karena menyesuaikan anggaran.
Struktur awal masjid sebenarnya sudah ada sejak 2020, namun belum menjadi bangunan utuh sehingga pengurus melanjutkan pembangunan hampir dari awal.
“Dulu namanya Masjid Ashabul Kahfi. Selama setahun tidak ada perkembangan, akhirnya kami putuskan mengganti nama menjadi Imam Al-Mahdi agar lebih progresif,” ungkapnya.
Saat ini masjid berdiri di atas lahan wakaf sekitar 2.000 meter persegi dengan luas bangunan dua lantai sekitar 1.000 meter persegi.
Desain bangunan dibuat dengan ornamen Asmaul Husna dan kaligrafi Al-Fatihah di bagian depan.
Memasuki Ramadan tahun ini, takmir mengusung tema “Ramadan Dakwah Cinta” sebagai respons atas berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Tema ini dinilai relevan dengan kebutuhan pembinaan keluarga muslim masa kini.
“Kami melihat banyak permasalahan umat terkait rumah tangga, pergaulan bebas, hingga tantangan parenting pada generasi Alfa,” ujarnya.
Program Ramadan difokuskan pada penguatan ketahanan keluarga. Masjid akan menggelar kajian pranikah setiap sore pada hari kerja untuk membekali generasi muda sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Selain itu, digelar “Samawa Series” berupa kajian akbar atau seminar untuk pasangan suami istri setiap Ahad.
Sementara hari Sabtu tetap dibuka bagi komunitas eksternal yang ingin memanfaatkan aula Masjid Dakwah Imam Al-Mahdi.
Pada sepuluh hari terakhir Ramadan, Masjid Dakwah Imam Al-Mahdi juga membuka program “Iktikaf Keluarga”. Konsep ini memungkinkan jamaah beritikaf bersama pasangan dan anak-anak mereka.
“Kami ingin jamaah tidak iktikaf sendirian, tapi membawa keluarga. Fasilitas insya Allah memadai, toilet cukup banyak dan ruang istirahat tersedia,” tandas Hamdani.
Melalui berbagai program tersebut, pengurus berharap Masjid Dakwah Imam Al-Mahdi dapat terus berkembang sebagai pusat ibadah, edukasi, dan pemberdayaan umat di Kota Bogor. Mereka juga membuka kolaborasi dengan berbagai komunitas agar masjid semakin hidup dan bermanfaat luas. (uma)
Editor : Alpin.