RADAR BOGOR - Pembangunan gedung bank data di komplek Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) tengah dikebut. Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2027 mendatang.
Keberadaan gedung bank data atau genebank ini diinisiasi langsung oleh Kementrian Kesehatan melalui Balai Besar Biomedis dan Genomika.
Kepala Balai Besar Biomedis dan Genomika, Indri Rooslamiata mengatakan gedung genebank sendiri dibangun di atas lahan seluas 25 hektare.
"Bangunananya 7 lantai, nanti akan ada fasilitas repesitory atau gudang spesimen dan juga beberapa laboratorium khususnya genomik," jelasnya.
Indri menjelaskan keberadaan genebank sendiri sangat penting. Fasilitas ini bisa digunakan untuk menyimpan spesiman manusia, salah satunya darah urin.
"Dengan adanya peta genetik harapannya bisa mendukung program pemerintah untuk memberikan pelayanan kedokteran presisi," terangnya.
Genbank ini juga berfungsi untuk menidentifikasi penyakit. Sehingga kedepan dapat bisa mengurangi efek sampingg obat.
"Karena dosis oabatnya juga tepat. Semua ini akan berdampak unruk layanan kesehatan yang murah juga untuk masyaraka," ucap Indri.
Fasilitas ini dinilai bermnafaat juga untuk konservasi kenakegaragaman hayati. Apalagi Indonesia sangat kaya pada sektor itu.
Direktur Utama RSMM dr Nova Riyanti Yusuf mengatakan proyek ini sudah dikomunikasikan ke Pemkot Bogor sejak tahun 2024 silam.
"Jadi memang ini sudah perencanaam yang dibahas lama namun dan ini big project yang sangat penting. Kami sudah komunkasi ini sejak tahun 2024," ucapnya.
Bagi Nova, bank data merupakan upaya transformasi dibidang kesehatan.
RSMM disebut bakal menjadi HUB untuk penelitian dan layanan yang berhubungan dengan genomik.
"Kita bisa mengetahui apakah obatnya sudah tepat atau belum, apakah ada efek samping atau tidak jadi ini lauar biasauntuk merubah midnset para dokter," beber Nova
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mendukung atas proyek pembangunan bank data ini. Baginya ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat kedepannya.
"Proyek ini tentu Pemkot harus mendukung dan sangat mendukung. Kita terus berupaya dan bersinergi menyelesaikan beberapa persoalan termasuk persoalan hari ini dirasakan masyarakat," terang Dedie.
Dedie mengingatkan kepada pengelola proyek agar memikirkan kenyamanan masyarakat. Mulai dari pembersihan truk sebelum melintas, hingga jam operasional kerja.
"Untuk bekas tanah yang kotor sekarang uda ada area khsusus untuk cuci kendaraan, untuk jam operasional insya allah kedepan tidak akan sampai larut," pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.