Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jadi Wujud Nyata Toleransi, Warga Kota Bogor Ngabuburit dan Buka Puasa Bersama di Klenteng Phan Ko Bio

Fikri Rahmat Utama • Senin, 23 Februari 2026 | 19:46 WIB

Warga lintas agama mengikuti kegiatan Ngaburweling dengan buka puasa bersama di Klenteng Phan Ko Bio, Kelurahan Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Warga lintas agama mengikuti kegiatan Ngaburweling dengan buka puasa bersama di Klenteng Phan Ko Bio, Kelurahan Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Suasana berbeda tampak di Klenteng Phan Ko Bio kawasan Pulo Geulis, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin 23 Februari 2026.

Puluhan warga bersama jajaran Pemkot Bogor mengikuti kegiatan Ngaburweling (Ngabuburit dan Tarawih Keliling) yang disertai buka puasa bersama di Klenteng Phan Ko Bio.

Kegiatan di Klenteng Phan Ko Bio yang digagas Pemerintah Kota Bogor berkolaborasi dengan Yayasan Desa Inklusi ini juga dirangkai dengan pembagian bantuan sosial bagi lansia dan anak yatim.

Setelah berbuka, peserta melanjutkan tarawih bersama di Masjid Jami Baitul Maghfiroh yang tak jauh dari klenteng.

Klenteng merupakan rumah ibadah umat Konghucu, Tao, dan Buddha yang dalam praktiknya juga menjadi pusat kegiatan spiritual masyarakat Tionghoa.

Klenteng Phan Ko Bio sendiri adalah klenteng tertua di Kota Bogor yang berdiri sejak abad ke-17 dan masih aktif digunakan untuk sembahyang dan perayaan hari besar keagamaan seperti Imlek.

Secara arsitektur, bangunan klenteng identik dengan dominasi warna merah dan emas yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

Momentum kegiatan kali ini turut membawa berkah bagi warga sekitar, khususnya umat Islam, yang berkesempatan berbuka puasa di dalam klenteng sekaligus menerima bantuan sosial.

Pengurus klenteng, Candra Kusuma, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadikan kawasan Pulo Geulis sebagai lokasi kegiatan.

Ia menilai kampung tersebut memiliki nilai keberagaman yang kuat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya. Kampung Pulo Geulis memiliki aset Phan Ko Bio yang selama ini sering menjadi tempat kegiatan lintas komunitas,” ujarnya.

Direktur Yayasan Desa Inklusi, Lazyra Amadea, menjelaskan program Ngaburweling dirancang untuk menghadirkan suasana Ramadan yang inklusif.

Menurutnya, konsep buka puasa bersama di rumah ibadah lintas agama menjadi pesan kuat tentang toleransi di Kota Bogor.

“Biasanya buka puasa bersama itu di masjid. Kali ini kita mulai di klenteng karena tingkat toleransi di sini sangat tinggi. Ini menjadi gambaran bahwa kota kita indah dan toleransinya kuat,” jelasnya.

Ia menambahkan, target kegiatan tidak hanya seremonial, tetapi juga menyasar warga rentan.

Pada kegiatan perdana ini, panitia membagikan paket sembako kepada lansia dan yatim piatu di wilayah sekitar.

Ke depan, program Ngaburweling direncanakan berkeliling ke enam kecamatan di Kota Bogor dan menyasar berbagai rumah ibadah. Harapannya, konsep ini dapat direplikasi oleh komunitas lain.

“Kami ingin kegiatan serupa bisa diduplikasi. Pulo Geulis dan Phan Ko Bio bisa menjadi role model miniatur keberagaman di Kota Bogor,” tambah Lazira.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mencerminkan wajah toleransi Kota Hujan.

Ia menyoroti nilai historis klenteng yang berdiri sejak 1703 dan masih terpelihara hingga kini.

“Momentum ini sangat langka. Kita merayakan kebersamaan saat Imlek berdekatan dengan Ramadan. Mudah-mudahan kebersamaan ini langgeng dan Kota Bogor terus dikenal sebagai kota toleran,” ujarnya.

Dedie menambahkan, dalam perjalanan ke lokasi dirinya sempat mengunjungi warga, meninjau rumah yang membutuhkan perbaikan, serta membagikan susu untuk anak-anak yang menunggu waktu berbuka.

Menurutnya, kehidupan rukun warga di sekitar Phan Ko Bio menjadi bukti nyata perbedaan latar belakang agama bukan penghalang untuk menjaga kebersamaan.

Ke depannya hal ini harus terus dijaga agar Kota Bogor tetap dikenal dengan toleransi yang tinggi.

“Inilah keindahan Bogor. Warga di sekitar sini hidup rukun tanpa persoalan perbedaan,” tandasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #toleransi agama #ngabuburit #Klenteng Phan Ko Bio