RADAR BOGOR - Program revitalisasi Pasar Bogor dan Plaza Bogor, menjadi yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Dedie Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin.
Survei LS Vinus menunjukkan, program ini mencatat tingkat kepuasan tertinggi dibandingkan program lainnya.
Hasil survei tingkat kepuasan terhadap program Pemerintah Kota Kota Bogor, menempatkan revitalisasi Pasar Bogor dan Plaza Bogor di posisi teratas dengan angka kepuasan mencapai 79,13 persen.
Founder Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus), Yusfitriadi menilai, tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat merasakan secara langsung dampak dari penataan kawasan perdagangan tersebut.
Ia menjelaskan, ketika program revitalisasi pasar diuji kepada responden, mereka mampu melihat perubahan nyata di lapangan.
“Ketika kami sodorkan program revitalisasi pasar kepada responden, mereka melihat langsung kondisinya. Perubahannya terlihat, lebih tertata, lebih nyaman, dan secara fungsi juga lebih baik,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 25 Februari 2026.
Kondisi kawasan yang kini lebih tertata, nyaman, serta memiliki fungsi yang lebih optimal menjadi alasan utama meningkatnya kepuasan publik.
Revitalisasi Pasar Bogor dan Plaza Bogor dinilai, berhasil memperbaiki wajah pusat perdagangan kota.
Penataan fisik bangunan, peningkatan kebersihan serta pengelolaan lingkungan sekitar menjadi faktor penting yang mendorong persepsi positif masyarakat.
Menurut Yusfitriadi, masyarakat saat ini semakin objektif dalam memberikan penilaian karena mampu membandingkan kondisi sebelum dan sesudah program dijalankan.
“Kalau dulu semrawut dan sekarang lebih rapi, itu dirasakan. Kalau akses lebih nyaman dan lingkungan lebih bersih, itu juga terlihat. Jadi wajar kalau kepuasannya mencapai 79,13 persen,” jelasnya.
Perubahan dari kondisi yang sebelumnya semrawut menjadi lebih rapi, akses yang semakin nyaman, serta lingkungan yang lebih bersih menjadi indikator yang mudah dirasakan warga.
Ia menambahkan, keberhasilan revitalisasi ini menunjukkan bahwa program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat cenderung memperoleh apresiasi lebih tinggi.
Selain meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung, penataan kawasan tersebut juga berdampak pada peningkatan citra kota secara keseluruhan.
Lebih lanjut, hasil survei ini dinilai dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Bogor untuk mempertahankan kualitas program yang telah berjalan efektif.
Di sisi lain, sambung Yusfitriadi, pendekatan revitalisasi serupa juga berpotensi diperluas ke kawasan lain yang membutuhkan penataan guna meningkatkan kualitas ruang publik dan aktivitas ekonomi. (cr1)
Editor : Siti Dewi Yanti