RADAR BOGOR – Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kota Bogor mencatat adanya peningkatan jumlah PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) atau gelandangan selama Ramadhan 2026. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai tidak signifikan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bogor, Coki Irsanza Herza Rambe, mengatakan berdasarkan pendataan Januari hingga Februari 2026, terdapat 15 gelandangan yang terjaring penjangkauan. “Peningkatan ada, tapi tidak signifikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu 28 Februari 2026.
Penjangkauan dilakukan di sejumlah titik rawan, salah satunya di sepanjang Jalan Pajajaran. Dalam kegiatan tersebut, petugas mendapati sejumlah pengemis, gelandangan, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Menurut Coki, sebagian dari mereka memang sudah berada di Kota Bogor sebelumnya, namun ada pula yang baru terpantau saat Ramadhan.
Mayoritas yang terjaring justru merupakan ODGJ dan orang terlantar di perjalanan. “Yang kita intervensi sebenarnya lebih banyak ODGJ dan orang terlantar,” jelasnya.
Dari hasil pendataan, sebagian besar pengemis dan gelandangan yang terjaring berasal dari luar Kota Bogor, seperti Kabupaten Bogor, Cianjur, Sukabumi, hingga Bekasi.
Kondisi ini menunjukkan adanya mobilitas pendatang yang datang ke Kota Bogor, terutama di momen Ramadhan. “Mereka kebanyakan luar Kota Bogor,” tambahnya.
Terhadap warga Kota Bogor yang terjaring, Dinsos melakukan pendalaman terkait bantuan sosial yang sudah diterima, serta asesmen kebutuhan lanjutan.
Sementara bagi warga luar daerah, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah wilayah asal untuk ditindaklanjuti.
"Mereka mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial berupa bimbingan fisik, mental, dan spiritual. Dinsos juga melakukan penelusuran keluarga agar mereka dapat dikembalikan dan dirawat oleh keluarganya masing-masing," jelasnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin