RADAR BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menerima penghargaan kategori Kepemimpinan Publik dalam ajang Bogor ICMI Islamic Festival atau BiiFest 2026.
Penghargaan untuk Adityawarman Adil itu diberikan pada malam puncak acara yang digelar di Botani Square, Minggu 1 Maret 2026.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Adityawarman Adil dalam menjalankan peran kepemimpinan di lembaga legislatif sekaligus kontribusinya dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat religius di Kota Bogor.
Pengakuan tersebut dinilai menjadi dorongan bagi para pemimpin daerah untuk terus menghadirkan kepemimpinan publik yang berorientasi pada pembentukan generasi unggul, berintegritas, serta berakhlak.
Dalam sambutannya, Adityawarman Adil menyampaikan bahwa BiiFest bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan representasi nyata kontribusi cendekiawan muslim dalam membangun masyarakat modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Langkah ICMI Orda Kota Bogor dalam mengemas kegiatan keagamaan dengan sentuhan ekonomi kreatif merupakan model syiar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujarnya.
Baca Juga: Wamendagri Tegur Gubernur Kaltim, Minta Seluruh Pemerintah Daerah Tak Berlebihan Belanja Mobil Dinas
Ia menambahkan, penyelenggaraan festival seperti BiiFest mampu membuka ruang kolaborasi lintas generasi sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku UMKM di ruang publik modern.
BiiFest 2026 mengangkat tema “Celebrate Life Together, Menguatkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”. Festival yang diinisiasi ICMI Orda Kota Bogor ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan sosial.
Rangkaian acara meliputi Islamic Workshop, bazar UMKM, hingga kompetisi bertaraf internasional seperti ICMI International Film Festival.
Selain itu, kegiatan sosial berupa santunan anak yatim serta pemberian penghargaan kepada tokoh dan cendekiawan turut menjadi bagian penting dalam perhelatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, BiiFest diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi antara nilai keislaman, ekonomi kreatif, dan pembangunan karakter generasi masa depan. (*/ded)
Editor : Yosep Awaludin