RADAR BOGOR – Ramadhan 1447 Hijriah, Masjid Al-Muslimun di kawasan perumahan Indraprasta, Bogor Utara dibuat begitu semarak dengan rangkaian program semarak Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Beragam agenda disusun, mulai dari kegiatan ibadah, edukasi, hingga sosial kemasyarakatan.
Ketua DKM Masjid Al-Muslimun Alex Zulkarnain mengatakan program tersebut dirancang untuk menghidupkan suasana Ramadhan sekaligus memperkuat kepedulian sosial jemaah. Rangkaian kegiatan bahkan sudah digelar sebelum memasuki bulan Ramadhan.
“Insyaallah kami isi Ramadhan dengan berbagai program kebaikan dari Tarhib Ramadhan, kajian, hingga kegiatan sosial untuk masyarakat,” ujar Alex.
Dalam rangkaian Tarhib Ramadhan, panitia telah menggelar peresmian hasil renovasi dan revitalisasi fasilitas masjid, pembekalan spirit Ramadan, talkshow manfaat puasa bagi kesehatan, hingga penyaluran bantuan sosial bagi kaum dhuafa. Selain itu, ada karnaval anak-anak generasi Qur’ani serta kerja bakti dan cucurak bersama warga.
Memasuki bulan Ramadhan, kegiatan ibadah akan diperkuat melalui pelaksanaan salat tarawih dan witir, kultum, tadarus, tahsin dan tadabbur Al-Qur’an, kajian akhwat dan ikhwan, kajian tematik, hingga i’tikaf dan qiyamul lail. Peringatan Nuzulul Qur’an dan khatmil Qur’an 30 juz juga menjadi agenda rutin.
Tak hanya itu, masjid juga menyiapkan program “Bocil Ngaji dan Ngabuburit Islami” untuk meramaikan aktivitas anak-anak selama Ramadhan.
Di bidang sosial dan ekonomi, DKM menargetkan penyediaan iftar dan takjil harian, pasar takjil dan bazar Ramadhan, pesantren kilat bagi 200 anak yatim dan dhuafa, santunan serta THR anak dhuafa, hingga program parcel bagi warga kurang mampu. Penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) juga terus digencarkan sepanjang bulan suci.
Ia menambahkan, antusiasme jamaah di masjid tersebut tergolong tinggi, pada salat subuh hari biasa, jamaah bisa mencapai enam hingga tujuh saf atau sekitar 150 orang.
Usai subuh, para jamaah—yang mayoritas lansia—terbagi dalam lima kelompok halaqah untuk tadarus Al-Qur’an hingga waktu syuruq. Tradisi ini, kata Alex, terus dilanjutkan selama Ramadhan.
“Alhamdulillah semangat bapak-bapak luar biasa, mereka rutin mengaji dari Subuh sampai sekitar pukul 06.30. Kami sering guyon menyebutnya seperti ‘Taman Kakek-Nenek’,” katanya.
Selain penguatan ibadah, masjid juga aktif menjalankan program sosial. Tahun lalu, penghimpunan zakat mal mencapai sekitar Rp200-an juta yang kemudian disalurkan bertahap kepada masyarakat membutuhkan di sejumlah wilayah sekitar.
Program berbagi makanan gratis bertajuk MBG (Makanan Berkah, Bergizi, dan Gratis) pun masih berjalan konsisten. Setiap Jumat, program ini mampu menjangkau sekitar 350 hingga 400 penerima manfaat dari kalangan jamaah, pelajar, hingga musafir.
Secara historis, Masjid Al-Muslimun berdiri sejak 1994 di atas lahan fasilitas sosial Perumahan Bumi Indraprasta 1. Pembangunan masjid merupakan hasil swadaya masyarakat yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut.
Masjid kemudian mengalami renovasi besar pada periode 2015 hingga 2018, dilanjutkan pengembangan menara kembar pada 2018–2022. Kini bangunan masjid telah bertingkat dua dengan luas sekitar 1.480 meter persegi dan mampu menampung hingga 1.600 jamaah.
Alex menjelaskan, konsep bangunan masjid sengaja dibuat terbuka dan ramah lingkungan tanpa pendingin udara (AC) agar sirkulasi udara alami tetap optimal sekaligus menekan biaya operasional.
“Konsepnya memang terbuka supaya angin bebas masuk. Kalau ada kegiatan besar, kami siasati dengan air cooler dan kipas besar agar jamaah tetap nyaman,” jelasnya.
Ke depan, DKM berharap Masjid Al-Muslimun terus menjadi pusat ibadah, dakwah, sekaligus kegiatan sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Bogor Utara dan sekitarnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati