RADAR BOGOR – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bogor menangani dua insiden kebakaran berbeda pada Selasa, 3 Maret 2026 pagi. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Tanah Sareal dan Lawang Gintung dalam rentang waktu berdekatan.
Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, M. Ade Nugraha, mengatakan laporan pertama diterima pukul 05.25 WIB terkait kebakaran kabel pada tiang listrik di kawasan Lawang Gintung–Batutulis.
“Satu unit dari Mako Sukasari langsung meluncur ke lokasi, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar lima menit sehingga tidak sempat merambat lebih luas,” ujar Ade Nugraha.
Dugaan sementara, kebakaran kabel tersebut disebabkan korsleting listrik, berkat respons cepat petugas dan laporan warga, situasi dapat segera diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Tak berselang lama, Damkar Kota Bogor kembali menerima laporan kebakaran di Kedai Soto Mie Bogor Jaya “Si Umi” yang berlokasi di Jalan Setu Asem Raya No. 29, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal.
Laporan masuk pukul 06.56 WIB, dua menit kemudian, tim langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi pukul 07.10 WIB.
“Kebakaran diduga akibat kebocoran gas di ruangan tertutup, saat kompor dinyalakan, terjadi ledakan yang memicu api,” jelas Ade.
Sebanyak lima unit armada diterjunkan dari Mako Sukasari dan Pos Yasmin untuk menangani insiden tersebut, proses pemadaman berlangsung sekitar 15 menit hingga api berhasil dikendalikan.
Situasi dinyatakan aman dan kondusif setelah petugas memastikan tidak ada titik api tersisa, estimasi kerugian akibat kejadian itu mencapai kurang lebih Rp50 juta.
Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan terdapat korban luka ringan yang telah mendapatkan penanganan medis.
Ade mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan gas elpiji, terutama di ruangan tertutup. Ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada kebocoran sebelum menyalakan kompor.
Selain itu, Damkar Kota Bogor juga kembali mengingatkan pengguna jalan agar memberikan prioritas kepada kendaraan pemadam kebakaran saat sedang bertugas.
“Dalam perjalanan menuju lokasi, masih ditemukan kendaraan yang tidak memberikan jalan, mobil pemadam adalah kendaraan prioritas yang sedang menjalankan tugas penyelamatan jiwa dan aset,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk segera menepi dengan aman dan mengurangi kecepatan saat mendengar sirine mobil pemadam, respons cepat dari pengguna jalan dinilai sangat berpengaruh terhadap keselamatan banyak orang.
“Setiap menit sangat berarti dalam penanganan kebakaran, dukungan masyarakat di jalan menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelamatan,” pungkasnya.(uma)
Editor : Eka Rahmawati