RADAR BOGOR - Kemeriahan puncak perayaan Cap Go Meh mulai terasa, Selasa, 3 Maret 2026 sore, para pedagang barongsai musiman membanjiri kawasan Suryakencana, Kota Bogor.
Lapak dagangan mereka terpantau sudah berjejer dari depan pintu utama Suryakencana, mayoritas berjualan di sisi kiri hingga dekat Hotel 101.
Ukuran barongsai yang dijual cukup beragam, mulai dari yang kecil hingga yang besar, harga satu boneka barongsai dipastikan sesuai dengan kantong para pengunjung.
“Harganya mulai Rp25 ribu sampai Rp60 ribu, saya emang rutin jualan tiap tahun, semalam sampai nginap di pinggir jalan sini, untuk anak Lebaran,” kata penjual Barongsai, Abdullah.
Dentuman musik barongsai terdengar nyaring dari dalam Vihara Dhanagun, 50 meter dari wilayah sini juga terdengar lantunan musik marawis di dekat Hotel 101.
Kawasan Suryakencana juga sudah ramai dikunjungi wisatawan, mayoritas di antara mereka banyak yang mencari takjil di area Pasar Jadoel Tempo Doloe.
Jalan Suryakencana sendiri belum ditutup, kendaraan roda empat maupun dua masih leluasa melintasi ruas jalan ini, hanya saja kepadatan arus lalu lintas mulai terjadi.
Aparat kepolisian juga terpantau sudah membuka akses alternatif di daerah Jalan Roda, langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.
Ketua BSF Cap Go Meh Arifin Himawan mengatakan rangkain puncak akan dimulai sekira pasca sholat tarawih berlangsung, sedangkan Jalan Suryakencana akan ditutup sekira pukul 20.00 WIB.
“Pembahasan kemarin Surken ditutup sekitar pukul 20.00 WIB, ini akan terus berlangsung samapai acara selesai, diharapkan sebelum jam 00.00 WIB,” terangnya.
Panitia turut menyiapkan sejumlah kantong parkir, pertama di depan pintu satu Kebun Raya Bogor kemudian di Gedung Konservasi, di Kantor Pertanahan dan di Mal BTM.
“Rute parade dari Surya Kencana menuju Gang Aut dari Gang Aut akan masuk ke Pasar Cumpok dan keluar lagi di Buntang Tiga lalu kembali lagi ke Surken,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati