Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Galau Jangan Langsung Nikah, Ustadz Bayu Ingatkan Luka Batin Bisa Ikut Melukai Pasangan dalam Kajian di Bubulak Bogor

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 3 Maret 2026 | 18:26 WIB

Kajian Pra Nikah Series bertajuk Nikah Bukan Obat Luka di Masjid Dakwah Imam Al Mahdi, Bubulak, Kota Bogor.
Kajian Pra Nikah Series bertajuk Nikah Bukan Obat Luka di Masjid Dakwah Imam Al Mahdi, Bubulak, Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Fenomena anak muda yang ingin segera menikah karena lelah dengan kegalauan menjadi sorotan dalam Kajian Pra Nikah Series bertajuk “Nikah BUKAN Obat LUKA”. Kajian ini digelar yang digelar di Masjid Dakwah Imam Al Mahdi, Bubulak, Bogor Barat, Senin, 2 Maret 2026.

Pemateri kajian, Bayu Chandra Bahari, mengingatkan pernikahan bukan solusi instan untuk menyembuhkan luka batin. Menurutnya, banyak generasi muda yang keliru memahami makna menikah.

“Sedikit-sedikit bilang, ‘Aku capek, aku mau nikah aja’ padahal yang capek itu hatinya, bukan statusnya, pernikahan bukan obat luka,” ujarnya di hadapan peserta kajian menjelang buka puasa ini.

Ia menegaskan, menikah dalam kondisi hati yang belum pulih justru berpotensi melukai pasangan, luka masa lalu yang belum selesai, kata dia, bisa terbawa ke dalam rumah tangga dan menimbulkan persoalan baru.

“Kalau luka di hati belum dirawat, yang berdarah bukan hanya kita, pasangan kita bisa ikut terluka, mereka tidak tahu apa-apa, tapi harus menanggung dampak dari masa lalu kita,” tegasnya.

Dalam suasana Ramadhan, Bayu yang dikenal sebagai "Ustadz Tato" ini mengajak peserta yang mayoritas anak muda untuk lebih dulu berdamai dengan diri sendiri sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Ia menilai, di usia tersebut umumnya ada dua hal yang kerap menjadi sumber kegalauan: masa depan dan masa depan dengan siapa.

Menurutnya, niat menjadi fondasi utama dalam membangun rumah tangga, pernikahan, lanjut dia, bukan tempat pelarian dari rasa sepi atau tekanan sosial, melainkan amanah seumur hidup yang membutuhkan kesiapan komitmen dan tanggung jawab.

“Sebelum bertanya siapa jodohnya, tanyakan pada diri sendiri: sudah siap dengan komitmen? Sudah siap dengan tanggung jawab? Sudahkah berdamai dengan masa lalu?” paparnya.

Ia juga mengingatkan tujuan pernikahan adalah meraih sakinah atau ketenangan, bukan mencari sosok yang sempurna. Pasangan, katanya, adalah manusia biasa dengan segala kekurangan.

“Pernikahan bukan menyatukan dua manusia yang sempurna, tapi dua manusia dengan kekurangan yang saling menerima secara sempurna, kalau ingin dicintai dengan benar, mintalah agar pasangan mencintai Allah, jika dia mencintai Allah, Allah yang akan mengajarinya cara mencintai kita,” tuturnya.

Menutup materinya, Ustadz Bayu mengajak peserta memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperbaiki kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

“Ketenangan itu bukan karena status, tapi karena hati yang terpaut pada Allah, sembuhkan hati dengan dzikir, doa, dan taubat sebelum melangkah ke jenjang pernikahan,” pungkasnya.

Untuk diketahui kajian yang digelar gratis dalam 10 pertemuan tersebut juga menyediakan takjil dan ifthar bagi pendaftar, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar lebih matang secara mental dan spiritual sebelum menikah.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #nikah #luka batin