Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Meriahnya Parade Budaya BSF Cap Go Meh 2026, Lautan Manusia Padati Suryakencana Kota Bogor

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 3 Maret 2026 | 23:06 WIB

Suasana Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2026 Selasa, 3 Maret 2026 malam dipadati pengunjung.
Suasana Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2026 Selasa, 3 Maret 2026 malam dipadati pengunjung.

RADAR BOGOR – Jalan Suryakencana Kota Bogor kembali menjadi panggung megah keberagaman dan toleransi, ribuan warga dari berbagai penjuru tumpah ruah menyaksikan kemeriahan pesta rakyat Bogor Street Fest (BSF) Cap Go Meh (CGM) 2026 yang digelar pada Selasa, 3 Maret 2026 malam.

Pantauan Radar Bogor sejak dimulai pukul 21.30 WIB, rute sepanjang Jalan Suryakencana, Gang Aut, hingga Padasuka dipadati lautan manusia.

Mengusung tema “Harmony in Diversity”, BSF CGM tahun ini menegaskan pesan harmoni lintas budaya dan keyakinan di Kota Bogor dan decak kagum serta sorak sorai terus mengiringi setiap penampilan yang melintas.

Iring-iringan dibuka oleh barisan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bogor yang membawa Bendera Merah Putih. Suasana semakin semarak saat atraksi Kie Lin dan Liong Merah Putih raksasa sepanjang 50 meter meliuk-liuk membelah kerumunan penonton.

Tak hanya menampilkan budaya Tionghoa, BSF CGM 2026 juga menjadi etalase kekayaan seni Nusantara. Alunan nada Islami dari Tim Qasidah BIIFEST berpadu dengan gagahnya Tari Kabasaran khas Minahasa.

Penonton juga disuguhkan penampilan Sanggar EDAS, Drumband Canka Lembayung Muda Polbangtan Bogor, hingga atraksi Sisingaan dari Putra Mustika Mekarwangi Kabupaten Subang.

Daya tarik utama malam ini adalah aksi 13 grup Liong dan Barongsai, secara bergantian, grup seperti Sen Lung, PSLB, Makin Bogor, GASI, hingga Genta Jaya Lion Dance memamerkan ketangkasan akrobatik mereka di bawah gemerlap cahaya lampion.

Ketua Panitia BSF CGM 2026, Arifin Himawan, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Menurutnya, momentum Cap Go Meh yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan menjadi simbol kuat kebersamaan.

“Ini menjadi hal luar biasa karena kita menyatukan dua momen dalam satu wadah, yakni event kebudayaan dan event keagamaan, kita bingkai dalam tema kebersamaan, Harmony in Diversity atau harmoni dalam beragama,” ujar Arifin saat sambutan.

Ia menjelaskan, sejak 1 hingga 3 Maret, rangkaian acara telah menghadirkan Pasar Malam bertema “Tempo Doeloe” di sepanjang Jalan Suryakencana. Beragam tenda bernuansa Imlek dan Ramadhan hadir berdampingan, termasuk pengenalan Kopi Legend berusia 101 tahun serta sejarah masjid di kawasan Empang.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga telah menggelar buka puasa bersama 400 anak yatim pada 1 Maret lalu dan akan melanjutkan program CGM Peduli dengan buka puasa bersama 200 anak difabel pada 8 Maret mendatang.

“Kami ingin acara ini memberi manfaat nyata, terutama dalam menghidupkan ekonomi kerakyatan, tahun ini kami mengkurasi lebih dari 300 UMKM,” jelasnya.

Karena bertepatan dengan Ramadhan, rute parade tahun ini disesuaikan agar tetap kondusif dan jika sebelumnya mencapai 2,2 kilometer, kini dibuat lebih singkat tanpa mengurangi semangat kebersamaan.

Panitia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar hingga selesai dengan tetap menjaga ketertiban dan toleransi yang selama ini menjadi ciri khas perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #cap go meh #Suryakencana