RADAR BOGOR - Komunitas Masyarakat Peduli Yatim yang beranggotakan para pelaku seni dan budaya di Kota Bogor menggelar kegiatan bertajuk Sabilulungan Mapag Barudak Yatim dan Bazar Ramadhan pada 5-7 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Bumi Ageung Batutulis ini memadukan bazar UMKM, santunan anak yatim, dakwah, serta pertunjukan seni budaya Sunda dalam satu rangkaian acara.
Agenda tersebut menjadi wujud kepedulian sosial para seniman dan budayawan, sekaligus upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat Kota Bogor.
Selain menghadirkan santunan bagi anak yatim, kegiatan ini juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Bazar Ramadhan Sabilulungan yang berlangsung selama tiga hari.
Bazar ini ditujukan untuk membantu kebangkitan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah, khususnya yang berada di wilayah Bogor Selatan.
Dukungan dari Pemerintah Kota Bogor turut memperkuat pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pada hari terakhir, acara ditutup dengan kegiatan Sabilulungan Mapag Barudak Yatim.
Santunan anak yatim dikemas dalam nuansa khas budaya Sunda.
Para anak yatim disambut dengan pertunjukan Sisingaan, kehadiran Aki dan Ambu Lengser, serta tarian tradisional Sunda saat memasuki area acara.
Selain itu, disuguhkan pula ceramah agama dalam format DaWaLa (Dakwah, Wayang, dan Lagu) yang memadukan nilai religius dengan seni pertunjukan.
Kegiatan ini menjadi momentum perdana bagi kelompok pelaku seni budaya dalam menghadirkan konsep acara yang menyatukan unsur religi, seni, dan potensi pariwisata dalam satu kemasan yang menarik.
Ketua panitia, Ahmad Rahiman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diyakini mampu menumbuhkan kembali semangat solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM.
Sementara itu, tokoh seni budaya Yayat Hidayat berharap seni dan budaya Sunda semakin dikenal luas serta terus dilestarikan, mengingat nilai luhur yang dikandungnya dinilai mampu mendorong perkembangan sektor pariwisata di Kota Bogor.
Dari sisi keagamaan, Kyai Ahmad Tavip Budiman menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang beasiswa bagi anak-anak yatim yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan di pesantren secara gratis sebagai bagian dari komitmen kepedulian berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat sabilulungan atau kebersamaan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda sosial dan budaya semata, tetapi juga menjadi langkah nyata memperkuat karakter masyarakat Kota Bogor yang peduli, religius, dan berbudaya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim