RADAR BOGOR - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi demo di depan Istana Bogor, Kamis, 5 Maret 2026 siang.
Masa menuntut agar Presiden RI Prabowo Subianto bersikap indpenden atas konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah dan tuntutan tersebut ditulis lewat posten yang dibawa.
Secara bergiliran masa aksi saling bergantian untuk berorasi di atas mobil komando, mereka juga turut membakar satu ban bekas yang dinilai sebagai simbol perlawanan.
Ketua HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam mengatakan aksi ini bagian dari panggilan moral, tujuannya untuk mengingatkan negara agar tetap berpijak pada konstitusi.
Indonesia disebutnya mesti mengevaluasi posisi strategisnya untuk memastikan perdamaian dunia tetap terjaga, Moeltazam pun prihatin atas eskalasi konflik yang terjadi.
“Konflik ini bukan sekedar dua atau tiga negara, tetapi ancaman terhadap perdamaian dunia. Indonesia tidak boleh bersikap pasif atau ambigu dalam hal ini,” tegas Moeltazam.
Moeltazam menilai yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah angkat senjata, melainkan kepemimpinan moral yang kuat serta keberanian diplomasi untuk menghentikan kekerasan yang terus meluas.
Politik luar negeri yang bebas dan aktif benar-benar mesti diterapkan, pemerintah disebut Moeltazam harus mengevaluasi keanggotaan dan peran Indonesia di berbagai organisasi internasional.
“Termasuk Board of Peace, agar lebih efektif dalam menyuarakan keadilan, Indonesia juga mesti mengambil langkah konkret atas WNI yang ada di daerah konflik,” pungkansya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati