RADAR BOGOR - Kasus campak tidak lagi didominasi anak-anak, dalam beberapa waktu terakhir, penyakit yang dikenal masyarakat sebagai tampekitu mulai banyak ditemukan pada remaja hingga orang dewasa.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bogor, dr. Armein Sjuhary Rowi mengatakan, campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dari golongan Paramyxovirus. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar melalui percikan batuk atau bersin penderita.
“Campak itu disebabkan oleh virus. Karena virus, maka penyembuhannya tidak bisa dengan obat khusus, tetapi sangat bergantung pada daya tahan tubuh, kalau daya tahan tubuhnya bagus, biasanya proses penyembuhan akan lebih cepat,” kata Armein.
Selama ini campak memanv lebih sering menyerang anak-anak tetapi dalam beberapa tahun terakhir mulai terjadi pergeseran kasus ke kelompok usia yang lebih tua, termasuk remaja dan orang dewasa.
Armaein menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena menurunnya kekebalan tubuh masyarakat, termasuk pada orang dewasa yang tidak pernah mendapatkan vaksin campak.
“Sekarang memang terjadi pergeseran kasus. Kalau dulu paling banyak pada anak di bawah lima tahun, sekarang mulai muncul pada remaja sampai orang dewasa, salah satunya karena daya tahan tubuh menurun atau belum pernah diimunisasi,” ujarnya.
Campak memiliki gejala khas berupa demam tinggi yang bisa mencapai lebih dari 39 derajat Celsius, disertai batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh.
Selain itu, terdapat tanda khas berupa bercak putih di dalam mulut yang dikenal sebagai bercak Koplik.
“Ciri khasnya ada ruam kemerahan di kulit dan bercak putih di dalam mulut yang disebut Koplik. Itu salah satu tanda yang sering ditemukan pada penderita campak,” jelasnya.
Armein menuturkan, pada orang dewasa gejala campak umumnya lebih berat dibandingkan pada anak-anak, penderita juga sering mengalami nyeri otot, kelelahan, serta demam tinggi Bahkan, penyakit ini berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.
“Kalau pada orang dewasa biasanya gejalanya lebih berat, bisa disertai nyeri otot, kelelahan, dan demam tinggi, komplikasinya juga lebih serius seperti radang paru-paru atau pneumonia, bahkan bisa sampai radang otak,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa campak sangat mudah menular, karena itu penderita sebaiknya membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penyebaran virus.
Di Kota Bogor sendiri, Armein menyebut laporan dari sejumlah tenaga kesehatan menunjukkan adanya peningkatan kasus campak, termasuk pada kelompok usia dewasa.
“Kalau dari laporan teman-teman dokter memang ada peningkatan kasus, di RSUD maupun tempat praktik juga lumayan banyak ditemukan kasus pada orang dewasa,” ungkapnya.
Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, masyarakat diminta memastikan status imunisasi, terutama vaksin campak atau vaksin MR dan MMR.
Selain itu, menjaga daya tahan tubuh juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terinfeksi virus.
“Pencegahan yang paling utama tentu vaksin, kalau sudah terinfeksi, penanganannya lebih ke istirahat cukup, nutrisi yang baik, banyak minum, dan biasanya diberikan Vitamin A untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati