Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ikut Tangani Jalan Nasional yang Rusak, Pemkot Bogor Buka Opsi Lewat CSR

Yosep Awaludin • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:22 WIB

Proses penambalan jalan nasional di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu 28 Februari 2026 malam.
Proses penambalan jalan nasional di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu 28 Februari 2026 malam.

RADAR BOGOR - Penanganan jalan nasional yang rusak di Kota Bogor menuai sorotan belakangan ini. Pemerintah pusat dinilai lambat dalam melakukan perbaikan. Hal ini yang membuat Pemkot Bogor ingin ikut berpartisipasi.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin sempat menginisiasi perbaikan jalan nasional yang rusak dengan uang pribadi. Namun anggaran yang dimiliki pasti ada keterbatasan dan tidak bisa terus menerus.

“Kalau pake uang pribadi saya juga ada batasnya. Kemarin anak saya mau jatuh di Tajur dan saya sebagai orang tua ambil langkah itu perbaikan. Jadi kemarin panggilan jiwa,” jelas Jenal.

Jenal menjelaskan penanganan jalan nasional yang rusak tidak bisa menggunakan APBD. Sebab langkah ini disebutnya bisa berpotensi melanggar aturan yang ada.

“Saya rasa kalau memang APBD jadi kendala dan khawatir jadi temuan BPK saya rasa CSR solusi yang tepat,” ujar Jenal pada awak media.

Skema ini bagian dari akselerasi pembangunan. Perbaikan jalan difokuskan pada titik yang rusak parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Pekan depan Jenal bakal membahas rencana ini dengan Bapperida Kota Bogor. Mereka disebutnya adalah badan yang memiliki kewenangan untuk mendata CSR yang masuk.

“Minggu depan kalau saya sudah lebih fit daya panggil baperrida dan bertanya CSR taun 2026 siapa aja mana aja dan kita kasih saja opsi pengaspalan jalan pusat yang dikira sangat menbahayakan dan butuh percepatan,” terang Jenal.

Penanganan jalan nasional yang rusak memang tengah menjadi perhatian serius. Apalagi ruas jalan ini kerap dilalui oleh warga yang hendak mudik atau pulang kampung.

Penilik PPK 5.2 Kementrian PU, Ivan Beni mengatakan sudah ada 200 lebih titik jalan yang diperbaiki. Tahapan ini sudah mulai dikerjakan sejak awal Februari lalu.

“Total penanganan di jalur kota itu sudah 230 titik yang sudah tertangani. Kita diperintahkan, 10 hari jelang lebaran harus sudah nol jalan rusak,” jelas Ivan pada Radar Bogor.

Metode penanganan jalan menggunakan paching hotmix. Hingga saat ini Ivan masih melakukan penyisiran ruas jalan nasional di Kota Bogor yang rusak.

“Sebetulnya kita sudah 0. Cuma tetap kita masih melakukan penyisiran kalau misal ada lubang baru. Karena saat ini kondisi masih hujan terus uda dua hari ini,” terang Ivan.

Penyisiran dilakukan di sejumlah ruas jalan utama. Mulai dari Jalan Pajajaran hingga Tajur, kemudian Jalan Solis hingga ke wilayah Bubulak atau Kemang.

“Jadi jalur 5.2 ini untuk khusus kota termasuk akses sarana mudik mau itu ke Leuwiliang, arah Bandung Jakarta pasti lewat situ,” ucapnya, Rabu 4 Maret 2026.

Teranyar ruas jalan nasional yang mendapat penanganan yakni Jalan Solis. Akses ini semula ditemukan lubang besar sehingga pengendara tak bisa melintasinya.

Namun pada tanggal 28 Februari lalu penanganan sudah rampung dilakukan. Kendaraan juga kini sudah kembali leluasa untuk melintas di area tersebut.

Penanganan ini juga disesuaikan dengan standar kekuatan Jalan Nasional. Pihaknya tidak bisa gegabah, sebab kendaraan yang biasa melintas adalah kendaran besar.

“Umur beton sudah cukup sesuai standar jalan. Penanganan kami perkuat juga dengan menggunakan besi wermes,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #pemkot bogor #jalan nasional