RADAR BOGOR – Dua korban kebakaran di Babakan Sirna, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, masih menjalani perawatan intensif di RS PMI Kota Bogor, Jumat 6 Maret 2026.
Keduanya selamat setelah kebakaran menghanguskan kontrakan di Tegallega yang mereka tempati pada Kamis 5 Maret 2026 malam.
Kedua korban kebakaran di Tegalega yang selamat itu merupakan nenek dan cucu. Meski berhasil menyelamatkan diri, keduanya mengalami luka bakar cukup serius di hampir seluruh bagian tubuh.
Istri Wali Kota Bogor, Yantie Rachim, turut menjenguk kedua korban di rumah sakit. Bersama jajaran Pemkot Bogor, ia juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban.
Ia menjelaskan, terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut, yakni seorang balita berusia 1 tahun 4 bulan yang meninggal dunia, seorang nenek berusia 47 tahun, dan seorang anak berusia 8 tahun.
Sebenarnya terdapat satu lagi penghuni rumah yaitu ibu dari kedua anak tersebut namun tidak berada di rumah karena sedang bekerja.
“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya balita dari Ibu Fitri akibat kejadian tersebut,” katanya.
Menurutnya, kondisi dua korban selamat mengalami luka bakar cukup berat. Sang nenek mengalami luka bakar sekitar 70–80 persen, sementara sang anak mengalami luka bakar sekitar 60–70 persen.
“Kami bersama tim dokter dari PMI akan terus melakukan observasi dan pendampingan. Kemungkinan akan ada tindakan operasi untuk anak tersebut, sementara untuk sang nenek harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta agar mendapatkan penanganan yang lebih optimal,” jelasnya.
Terkait bantuan, Pemkot Bogor telah memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan uang duka cita kepada keluarga korban. Selain itu, pemerintah juga membantu menyelesaikan kendala pembiayaan BPJS Kesehatan.
“Jika mereka sudah sembuh dan bisa pulang, kami sudah menyiapkan hunian sementara berupa kontrakan di dekat rumah lama mereka untuk ditempati selama tiga bulan,” ujarnya.
Yantie juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi bahaya di rumah, seperti penggunaan gas elpiji, instalasi listrik, maupun perangkat elektronik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna, menjelaskan kedua korban merupakan peserta BPJS Mandiri yang sempat memiliki tunggakan iuran. Namun Pemkot Bogor menyelesaikan seluruh tunggakan yang dimiliki keduanya.
Ia pun memastikan proses pembiayaan perawatan kedua pasien, baik yang dirawat di RS PMI maupun yang nantinya dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, telah dijamin oleh BPJS. Pihak kecamatan dan kelurahan juga akan terus mendampingi.
"Selain fokus pada dua pasien yang dirawat di rumah sakit, kami juga akan memperhatikan kondisi psikologis Ibu Fitri yang nantinya akan didampingi oleh pihak puskesmas untuk terapi psikologis,” tambahnya.
Direktur Pelayanan Medis RS PMI Kota Bogor, dr Firmansyah Abdi, menjelaskan kondisi kedua pasien berbeda.
Sang nenek yang saat ini dirawat di ruang intensif mengalami luka bakar tingkat dua dengan luas sekitar 80 persen.
“Dengan kondisi tersebut, ditambah adanya kecurigaan trauma atau cedera pada saluran napas, perawatan terbaik yang dibutuhkan pasien harus dilakukan di rumah sakit tipe A,” ujarnya.
Karena di Bogor belum terdapat rumah sakit tipe A, pihak RS PMI telah berkoordinasi untuk merujuk pasien ke sejumlah rumah sakit besar di Jakarta. Di sana perawatan korban akan dilakukan lebih maksimal.
Sementara itu, sang anak yang berada di ruang perawatan saat ini ditangani oleh dokter bedah plastik dan direncanakan menjalani operasi pembersihan luka serta penggantian perban.
“Namun sebelum tindakan dilakukan, kami harus memperbaiki kondisi umum pasien terlebih dahulu dengan mengganti cairan dan mineral yang hilang akibat luka bakar. Oleh karena itu, anak tersebut sementara akan dirawat secara lebih intensif di ruang intensif anak (PICU),” jelasnya.
Selain dua korban tersebut, seorang balita berusia satu tahun yang juga berada di dalam rumah turut menjadi korban.
Balita yang merupakan cucu dari nenek tersebut tidak berhasil diselamatkan dan meninggal dunia akibat insiden kebakaran tersebut.
Peristiwa kebakaran di Tegallega itu diduga dipicu oleh ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram. Api dengan cepat membesar dan melahap rumah kontrakan tempat para korban tinggal.
Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Sementara itu, kondisi dua korban yang masih dirawat terus dipantau oleh tim medis. (uma)
Editor : Yosep Awaludin