RADAR BOGOR - Pemkot Bogor membuka opsi alih koridor Bikita Transpakuan saat lebaran. Tujuannya untuk menambah daya tampung trayek yang banyak dikunjungi.
Hal itu seperti yang diutarakan oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. Ia mencontohkan, sebagian armda Biskita Trasnpakuan dari koridor 1 bisa saja dialihkan ke koridor lain.
“Mislnya yang tadinya ada bis di koridor 1, kita alihkan ke 2. Iya kalau pengoperalihan koridor itu masih bisa,” jelas Jenal pada awak media soal alih koridor BisKita Transpakuan.
Namun opsi ini belum sampai pada ranah keputusan. Jenal menjelaskan alih koridor Biskita Transpakuan mesti lewat pembahasan yang matang.
“Harus ada pembahasan dulu dengan Wali Kota dan DPRD. Dan saya rasa harus melalui keputusan Wali Kota,” terang Jenal.
Alih koridor Biskita Transpakuan ini juga mesti melalui informasi yanb massif. Tujuannya agar masyarakat tidak merasa ada yang dirugikan dengan keputusan tersebut.
“Sehingga masyarakat tidak kehilangan layanan transportasi bagi yang dihilangkan ataupun sebaliknya. Harus segala sesuatu informasi dan sosialisasi yang masif,” ujarnya.
Opsi alih koridor Biskita lebih memungkinkan ketimbang menambah jumlah koridor saat lebaran. empat koridor yang sudah beroperasi ini sudah melalui keputusan panjang.
“Karena kan koridornya kemarin sudah disesuaikan dengan hasil kajian Jadi nggak bisa penambahan mendadak atau pengkurangan mendadak,” bebernya.
Seperti diketahui wacana penambahan dua koridor Biskita Transpakuan ini memang belum bisa dilakukan. Pemkot Bogor pun tengah menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga.
Saat ini baru ada empat koridor Biskita Transpakuan yang sudah beroparasi. Pertama Koridor K1 dengan rute Bubulak hingga Cidangiang. Berikutnya K2 Bubulak sampai Ciawi.
Sementara Koridor K5 melayani rute Ciparigi hingga Stasiun Bogor, dan terakhir Koriodor K6 yang melintas dari Parungbanteng hingga Stasiun Bogor. (bay)
Editor : Yosep Awaludin