Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bazar Murah hingga Santunan Anak Yatim, Program Ramadhan Masjid Al-Ikhlas Tamansari Persada Kota Bogor Sentuh Warga Sekitar

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 8 Maret 2026 | 12:40 WIB

Tampak depan Masjid Al-Ikhlas Taman Sari Persada, Kelurahan Cibadak Kota Bogor.
Tampak depan Masjid Al-Ikhlas Taman Sari Persada, Kelurahan Cibadak Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Bulan Ramadhan dimanfaatkan Masjid Al-Ikhlas Taman Sari Persada (TSP), Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor untuk berbagi dengan masyarakat sekitar.

Mulai dari bazar sembako murah hingga pembagian sembako gratis digelar untuk membantu warga di sekitar lingkungan  Masjid Al-Ikhlas Taman Sari Persada.

Ketua Yayasan Al-Ikhlas Taman Sari Persada Kota Bogor, Malik Kamil mengatakan, rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini dirancang tidak hanya untuk memakmurkan masjid melalui ibadah, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi warga.

“Ramadhan ini kami isi dengan berbagai kegiatan yang tujuannya memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujarnya kepada wartawan, Minggu 8 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan Ramadhan di Masjid Al-Ikhlas Taman Sari Persada sebenarnya sudah dimulai sejak pertengahan Februari melalui sejumlah agenda persiapan.

Di antaranya Targhib Ramadhan, program pengumpulan barang bekas berkualitas (Barbeku), serta kegiatan pembinaan jamaah.

Program Barbeku menjadi salah satu kegiatan unik yang digelar pengurus masjid. Dalam program ini, jamaah diajak menyumbangkan barang bekas yang masih layak pakai, seperti pakaian, peralatan rumah tangga, maupun barang lainnya.

Barang-barang tersebut kemudian dijual kembali kepada masyarakat melalui bazaar dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp50 ribu per item.

“Program Barbeku ini tujuannya agar barang yang masih layak pakai bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat yang membutuhkan dengan harga yang sangat murah,” jelas Malik.

Program sosial lainnya yang mendapat perhatian besar dari masyarakat adalah pembagian sembako gratis.

Pada Ramadhan tahun ini, pengurus Masjid Al-Ikhlas TSP menyalurkan sekitar 700 paket sembako kepada masyarakat yang beraktivitas di lingkungan perumahan Taman Sari Persada.

Penerima bantuan tersebut berasal dari berbagai kalangan pekerja yang sehari-hari membantu aktivitas warga, seperti asisten rumah tangga, petugas kebersihan, petugas keamanan, sopir, pedagang keliling hingga pekerja bangunan.

“Alhamdulillah tahun ini kami bisa menyalurkan sekitar 700 paket sembako gratis kepada masyarakat sekitar,” kata Malik.

Selain pembagian sembako, Masjid Al-Ikhlas TSP juga menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa. Sebanyak 300 anak menerima bantuan berupa bingkisan serta uang tunai.

Malik menyebutkan, santunan tersebut sebagian besar diberikan kepada anak-anak dari lingkungan RW di sekitar masjid, dengan rentang usia yang didominasi anak-anak sekolah dasar.

“Sebagian besar masih anak-anak kecil, sekitar usia enam sampai delapan tahun. Mereka berasal dari warga di sekitar masjid,” ungkapnya.

Selain berbagai kegiatan sosial, aktivitas ibadah di Masjid Al-Ikhlas TSP juga berlangsung cukup intens selama bulan suci.

Setiap hari, masjid memfasilitasi kegiatan buka puasa bersama (iftar) bagi jamaah yang dilanjutkan dengan salat Tarawih dan kajian keislaman pada malam hari.

Pengurus masjid juga menyiapkan rangkaian kegiatan khusus pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, seperti qiyamul lail dan iktikaf yang terbuka bagi jamaah dari berbagai wilayah.

Rangkaian Ramadhan ini akan ditutup dengan penyaluran zakat fitrah serta pelaksanaan Salat Idulfitri yang direncanakan digelar di area lapangan depan masjid.

“Berbagai kegiatan ini harapannya keberadaan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.

Masjid Al-Ikhlas Taman Sari Persada sendiri awalnya merupakan masjid kecil di kawasan perumahan.

Seiring waktu, masjid ini berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga sosial bagi masyarakat sekitar.

Masjid yang berdiri di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) seluas sekitar 2.200 meter persegi itu mulai dibangun sekitar tahun 2004 hingga 2005.

Lahan tersebut merupakan hibah dari pihak pengembang perumahan yang kemudian dimanfaatkan oleh warga untuk membangun tempat ibadah.

Pada awal pembangunannya, masjid tersebut hanya berupa bangunan sederhana yang digunakan untuk salat berjemaah bagi warga perumahan.

“Awalnya hanya satu bangunan masjid saja dan ukurannya masih kecil. Namun seiring waktu, masjid ini terus berkembang berkat dukungan donasi, infak, dan wakaf dari para jemaah,” ujarnya.

Menurut Malik, perkembangan Masjid Al-Ikhlas TSP sepenuhnya didukung oleh swadaya masyarakat. Berbagai pembangunan dan pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dari kontribusi para jemaah.

Dari yang semula hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, kini Masjid Al-Ikhlas TSP juga menaungi sejumlah unit pendidikan. Menariknya, konsep pengembangan yang diterapkan berangkat dari masjid sebagai pusat kegiatan.

“Konsepnya di sini bukan sekolah yang membangun masjid, melainkan masjid yang membangun sekolah,” jelas Malik.

Saat ini di bawah naungan Yayasan Al-Ikhlas Taman Sari Persada telah berdiri beberapa lembaga pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), hingga pondok pesantren tahfiz Al-Qur’an.

SDIT yang berada di lingkungan kompleks masjid bahkan telah meluluskan dua angkatan siswa.

Sementara pondok pesantren tahfiz yang fokus pada program hafalan Al-Qur’an gratis selama dua tahun kini membina sekitar 15 santri.

“Alhamdulillah pondok pesantren tahfiz di sini sudah menelurkan tujuh angkatan kelulusan,” ungkapnya.

Untuk menunjang operasional kegiatan masjid dan pendidikan, pengelola juga memiliki satu unit usaha berupa minimarket. Keuntungan dari usaha tersebut dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan masjid.

Dari sisi bangunan, Masjid Al-Ikhlas TSP mengusung konsep arsitektur modern fungsional yang dipadukan dengan unsur klasik Islam. Dominasi warna krem dan cokelat berdampingan dengan kubah besar berwarna hijau. 

Bangunan masjid terdiri dari dua lantai. Area salat utama bagi jamaah pria berada di lantai atas, sementara lantai dasar dimanfaatkan sebagai ruang salat bagi jamaah perempuan.

Kedua area tersebut tetap terhubung melalui sistem multimedia yang dikelola oleh pengurus masjid. Jamaah di lantai bawah dapat mengikuti jalannya salat melalui layar televisi yang terpasang di dalam ruangan.

“Jadi meskipun terpisah lantai, jamaah tetap bisa mengikuti kegiatan salat secara bersamaan melalui layar yang disediakan,” kata Malik.

Selain ruang salat, masjid juga dilengkapi sejumlah fasilitas lain seperti ruang serbaguna, area teras yang luas untuk sirkulasi udara alami, hingga asrama yang digunakan sebagai tempat tinggal dan belajar para santri pondok pesantren.

Kapasitas ruang utama masjid diperkirakan mampu menampung sekitar 200 hingga 250 jamaah. Namun jika area selasar dan halaman turut dimanfaatkan, jumlah jamaah yang dapat tertampung bisa mencapai sekitar 400 orang.

Seiring waktu, jamaah Masjid Al-Ikhlas TSP juga semakin beragam. Tidak hanya berasal dari warga perumahan, tetapi juga dari berbagai wilayah di sekitarnya seperti Cilebut, Pabuaran, Kukupu hingga perumahan Bogor Cimanggu City (BCC).

"Mereka rutin mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang digelar di masjid, mulai dari salat lima waktu berjemaah hingga kajian keislaman yang diadakan secara berkala," jelasnya.

Melalui berbagai program tersebut, pengurus masjid berharap Masjid Al-Ikhlas Taman Sari Persada dapat terus berkembang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan kegiatan sosial bagi masyarakat.

“Semua kegiatan ini pada akhirnya bertujuan untuk memakmurkan masjid dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” jelasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#bazar sembako #Taman Sari Persada #Tanah Sareal