RADAR BOGOR - Aktivitas pengiriman paket jelang lebaran Idulfitri meningkat tajam di Bogor. Kondisi ini membuat sejumlah kurir paket mesti bekerja lebih ekstra ketimbang biasanya.
Hal itu seperti yang dilakukan oleh Muhammad Dheni. Warga Bogor ini sudah tiga tahun menggeluti profesi sebagai kurir paket. Jelang lebaran badannya disebut mirip setrikaan.
“Soalnya pengirimannya lebih banyak dua sampai tiga kali lipat jelang lebaran, kalau hari biasa 120an, kalau misalnya event kaya gini 250an,” kata kurir paket asal Bogor saat berbincang.
Banyaknya paket yang harus dikirim membuat Dheni mesti membaginya jadi dua sesi. Pagi hari mengantarkan sekitar 150 paket, dilanjutkan sore hari sekitar 100 paket.
“Kalau disekaligusin engga cukup. Mangkannya itu dikirim dua rit istilahnya. Saya kan pakai motor, jadi kalau sekaligus 250 ga cukup,” ujar Deni, Minggu, 8 Maret 2026.
Dalam satu paket, Dheni mendapat upah Rp1.500. Baju lebaran yang paling banyak diburu. Dheni sendiri mengirim tiga wilayah di Kelurahan Sukaresmi.
“Saya di Tanah sareal, Keluarahan Sukaresmi, ada 5 kurir di jalur saya, hampir rata setiap kurirnya, paling kecil 150-170,” ungkap Dheni saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Tren belanja online disebu Dheni meningkat ketimbang tahun sebelumnya. Ia berpandangan kondisi ini dipicu akibat berbagai kemudahan dan diskon yang diberikan.
“Lebih enak aja kali ya. Mereka ga harus berdesak-desakan ke pasar. Tinggal tunggu di rumah barang sampai. Sejauh ini si saya jalaninya asik-asik aja,” (bay)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga