RADAR BOGOR – Komunitas olahraga tinju di Kota Bogor berinisiatif menghadirkan wadah positif bagi pelajar melalui ajang Tarung Bogor (Tarbog).
Kompetisi tinju tingkat SMA, Tarung Bogor itu rencananya digelar pada 9 Mei 2026 dan ditargetkan diikuti pelajar dari puluhan sekolah di Kota Bogor.
Founder Tarung Bogor Zildan Salman menjelaskan, ide penyelenggaraan berangkat dari keresahan terhadap minimnya kejuaraan tinju di Bogor, sekaligus maraknya isu tawuran pelajar. Kegiatan ini akan menjadi wadah untuk pelajar berkompetisi secara sehat.
“Di Bogor ini sebenarnya banyak yang latihan tinju, termasuk saya dan adik saya. Tapi tidak ada kejuaraannya. Sementara kita juga sering dengar isu tawuran pelajar. Jadi kami ingin mewadahi energi anak-anak muda itu ke arah yang lebih positif melalui olahraga,” ujarnya saat kegiatan buka bersama panitia Tarbog di Hokie Hub, Tanah Sareal, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia mengatakan, kompetisi tersebut akan menggunakan format pertandingan tinju resmi yang dibawahi langsung Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Pertandingan akan berlangsung dengan sistem ronde, penilaian poin, serta dipimpin wasit dan juri resmi.
Zildan menargetkan sebanyak 37 sekolah di Kota Bogor dapat berpartisipasi dalam ajang tersebut. Para peserta nantinya akan bertanding dalam beberapa kelas berat badan, mulai dari 50 kilogram hingga lebih dari 80 kilogram.
“Rencananya tanggal 8 Mei untuk persiapan, kemudian 9 Mei acara utama dari pagi sampai malam,” katanya.
Menurut dia, koordinasi dengan sejumlah pihak seperti Pertina dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor telah dilakukan. Saat ini panitia tengah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah sebelum membuka pendaftaran peserta.
Dukungan juga datang dari Komite Teknik dan Prestasi Pertina Kota Bogor, Ramli Sahibu. Dia menilai inisiatif dari komunitas anak muda seperti Tarbog sangat dibutuhkan untuk menghidupkan kembali atmosfer kompetisi tinju di daerah.
Mantan peraih emas Kejuaraan Nasional Sarung Tinju 1999 itu menyebut, potensi atlet muda di Kota Bogor cukup besar. Antusiasme generasi muda terhadap olahraga tinju pun dinilai semakin meningkat.
“Sekarang anak-anak muda latihannya bukan karena disuruh orang tua lagi, tapi memang motivasi dari diri sendiri. Itu yang membuat kami bangga,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pertina akan terlibat dalam aspek teknis pertandingan, mulai dari penyediaan wasit dan hakim, aturan pertandingan, hingga rekomendasi standar keselamatan atlet.
“Termasuk persyaratan seperti asuransi atlet, penggunaan wasit dan hakim dari Jawa Barat, serta koordinasi dengan aparat keamanan dan rumah sakit. Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kota Bogor, Hotlan Jhon mengatakan pemerintah kota menyambut positif rencana penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu dapat menjadi pemicu kebangkitan olahraga tinju di kalangan pelajar sekaligus memperkuat citra Kota Bogor sebagai kota dengan tradisi olahraga bela diri.
“Event ini bisa menjadi trigger agar olahraga tinju kembali dikenal sejak dini. Apalagi tinju merupakan salah satu cabang andalan Kota Bogor di ajang Popda maupun Porprov,” jelasnya.
Dispora, lanjut dia, juga akan memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk menjembatani koordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar sekolah-sekolah dapat memberikan izin bagi siswa yang mengikuti kompetisi.
“Kami juga akan membantu rekomendasi serta menyediakan tempat pertandingan di GOR Indoor B Pajajaran,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga