RADAR BOGOR - Sebanyak 255 anak-anak mengikuti One Day Pesantren di Masjid Al Muslimun, Bantarjati, Kota Bogor, Minggu, 8 Maret 2026, mereka menimba ilmu agama sembari mendapatkan santunan di momen bulan suci Ramadan.
Ketua DKM Al Muslimun, Alex Zulkarnaen mengatakan, One Day Pesantren ini tidak jauh berbeda dengan program umum seperti pesantren kilat, hanya saja mereka menggelarnya full dalam sehari.
Sebanyak 255 anak mengikuti One Day Pesantren tersebut dan berasal dari berbagai tingkatan sekolah, sedangkan 84 orang di antaranya memang tercatat sebagai anak asuh dari Masjid Al Muslimun.
"Khusus bulan Ramadhan kali ini, kami memperluas penyaluran santunan yang biasanya diberikan kepada anak asuh. Namun, ada dua yang akan kita berikan: ilmu dan materi.
Jadi, jangan cuma anak-anak dapat materinya saja, tapi tidak dibekali ilmu, adab, sopan santun, ataupun akhlak," jelas Alex.
Bahkan, jumlah peserta pesantren kilat kali ini menjadi yang terbanyak dibanding pelaksanaan sebelumnya yang mana tahun lalu hanya membuka kuota 150 orang.
Namun, melihat antusiasme orang tua yang begitu besar, DKM Al Muslimun memutuskan untuk menambah kuota peserta One Day Pesantren tersebut.
"Pada dasarnya kita ingin merangsang anak-anak itu akrab dengan masjid dan mendapatkan ilmu dari sini, mudah-mudahan anak-anak itu (yang sudah ikut pesantren kilat) menjadi marketingnya kita, Masjid Al Muslimun," tandasnya.
Anak-anak semakin antusias setelah melaksanakan pesantren kilat di Masjid Al Muslimun, mereka bisa membawa pulang iftar box, bingkisan snack, hingga uang saku, ilmunya dapat, bahagianya dapat.
Sementara itu DKM Al Muslimun terus berupaya untuk mendekatkan anak-anak dengan masjid, selain program pesantren kilat, mereka juga punya Barudak Ngabuburit yang berjalan sepanjang Ramadhan.
Barudak Ngabuburit ini berlangsung selama tiga hari dalam seminggu, mulai pukul 16.00 WIB hingga 17.30 WIB. Anak-anak belajar akhlak, ilmu, dan lainnya dan pulang mereka membawa "oleh-oleh" makanan. (uma)
Editor : Eka Rahmawati