RADAR BOGOR - Suasana meriah dan penuh kehangatan menyelimuti kawasan Bumi Ageung Batutulis, Kota Bogor, Sabtu 7 Maret 2026.
Tempat bersejarah tersebut menjadi lokasi digelarnya kegiatan santunan anak yatim yang dikemas secara unik dengan pertunjukan seni dan budaya tradisi Sunda.
Rangkaian acara yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 18.00 WIB itu menarik perhatian warga sekitar.
Masyarakat tampak antusias menyaksikan prosesi penyambutan puluhan anak yatim yang berasal dari wilayah sekitar Bumi Ageung Batutulis.
Sebanyak 40 anak yatim hadir dalam kegiatan tersebut.
Wajah ceria dengan senyum polos terlihat menghiasi prosesi penyambutan ketika mereka berjalan di tengah iringan para penari yang tampil memukau.
Para penari bergerak dinamis mengikuti alunan musik gamelan tradisional Sunda bergaya gonjring yang dimainkan oleh para seniman tradisi Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim turut memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan, yakni komunitas Masyarakat Peduli Yatim dan Balad Odoy.
Pemerintah Kota Bogor menilai kegiatan tersebut menjadi contoh menarik karena mampu memadukan kegiatan sosial dengan upaya pelestarian seni dan budaya daerah.
Pemerintah Kota Bogor juga menilai acara tersebut menghadirkan momen yang unik, karena para seniman, budayawan, nayaga, lengser, dan penari bersama-sama menjemput anak-anak yatim dalam sebuah prosesi budaya sebelum mereka menerima santunan.
Prosesi bertajuk Sabilulungan Mapag Barudak Yatim 2026 itu semakin semarak dengan pertunjukan kesenian Sisingaan Bodor. Dalam pertunjukan tersebut, anak-anak yatim diarak dengan menaiki replika singa khas kesenian sisingaan.
Di sisi lain, tampak pula para aki dan ambu lengser yang menggendong anak-anak yatim sambil diarak mengelilingi halaman Bumi Ageung.
Di akhir prosesi, seluruh anak yatim disambut langsung oleh Wali Kota Bogor sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap mereka.
Ketua panitia Ahmad Rahiman menyambut positif harapan Wali Kota Bogor agar kegiatan tersebut dapat dijadikan agenda tahunan.
Ia menilai rencana tersebut sangat baik dan ke depan acara akan dikembangkan dengan konsep yang lebih variatif, tetap berpusat di kawasan Bumi Ageung Batutulis, Bogor Selatan.
Sementara itu, Pupuhu Balad Odoy, Yayat Hidayat, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Bogor dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Sunda sebagai bagian dari jati diri bangsa yang berbudaya dan bermartabat.
Pemerintah Kota Bogor menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
Karena memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat, kegiatan tersebut dinilai layak untuk terus dilestarikan dan direncanakan digelar setiap tahun di tempat yang sama.
Selain prosesi budaya, acara tersebut juga menghadirkan pertunjukan kesenian Dakwah Wayang Lagu (Dawala) yang turut menghibur para pengunjung.
Dalam pertunjukan tersebut, tokoh wayang Cepot dimainkan oleh dalang Ceceng Arifin dengan gaya yang komunikatif dan mengundang tawa penonton.
Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Camat Bogor Selatan, Kasi Ekonomi Kelurahan Batutulis, Ketua RW 02 Kelurahan Batutulis, tokoh masyarakat, serta para donatur santunan dari berbagai komunitas pecinta budaya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim