RADAR BOGOR - Ribuan jemaah memadati kawasan Masjid An Nur Empang, Kota Bogor Selasa 10 Maret 2026 malam untuk berburu malam lailatul qadar.
Jemaah tampak begitu membeludak, Masjid An Nur Empang tak kuasa menampungnya hingga mereka rela melaksanakan sholat sampai ke badan Jalan Pahlawan.
Para jemaah juga tampak melaksanakan sholat ke pinggir ruko, berbagai peribadatan dilakukan, mulai dari sholat isya berjamaah, sholat tarawih, hingga melantunkan dzikir. Suasana riuh berubah menjadi khidmat.
Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh imam sholat terdengar sopan di telinga, para jemaah larut dengan suara merdu sang imam.
Suara klakson kendaraan yang biasa terdengar nyaris tak berbunyi, telinga dipenuhi oleh untaian harapan dan doa yang dibacakan menggunakan bahasa Arab.
Jemaah yang datang mayoritas berasal dari luar daerah, kuda besi rela dipacu oleh mereka sedari sore untuk mengikuti praktik peribadatan yang rutin tiap tahun.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh Abdullah ang beranjak dari Jakarta Timur sedari azan zuhur dan setibanya di Empang ia melaksanakan ziarah terlebih dahulu.
“Saya dari Jakarta Timur, kalau saya sendiri sampai sini tadi pas dzuhur, saya ziarah dulu lalu kemudian buka puasa di sini,” ucap Abdullah.
Datang ke Masjid An Nur Empang sudah menjadi agenda rutin tahunannya, ia seolah sudah melingkari al manak di rumahnya untuk mengatur jadwal.
“Udah pasti setiap tahun ke sini, biasanya saya ke sini setiap malam 21 Ramadhan, karena menurut ajaran kami, malam ganjil adalah malam yang penuh kemuliaan,” ujarnya.
Tidak ada alasan khusus baginya datang ke Masji An Nur Empang Kota Bogor, jasad yang terkubur di kawasan pemakaman dipandang mampu menjadi perantara keberkahan.
“Inikan makam-makam orang-orang mulia, ditambah masjidnya juga keramat, jadi saya percaya bisa dapat keberkahan,” ujar Abdullah.
Hal senada juga diutarakan oleb Rifky, pemuda asal Jakarta Pusat itu bahkan mengklaim bahwa jasad yang terkujur adalah guru batinnya.
“Di sini ada guru-guru kita, maka setiap tahun datang ke sini, saya datang bersama teman-teman, tadi dari rumah sore dan buka puasa di sini,” kata Rifky pada Radar Bogor.
Jarak bukan satu alasan baginya untuk melangkahkan kaki ke tempat yang dinilai mulia, apalagi malam ke-21 Ramadhan adalah malam ganjil pertama.
“Inikan malam ganjil, jadi ada bocoran kalau lailatul qadar itu di malam-malam ganjil, kalau kita dapat keutamannya maka seluruh dosa pasti diampuni tuhan,” ujar Rifky.(bay)
Editor : Eka Rahmawati