RADAR BOGOR - Kota Bogor mulai siaga dalam meghadapi momen lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, ratusan personel pun disiapkan untuk ikut terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengatakan pengamanan ini dilakukan agar seluruh aktivitas masyarakat tetap aman dan tertib.
“Operasi ini tidak hanya fokus pada arus mudik dan balik, tetapi juga keseluruhan situasi di Kota Bogor, termasuk rumah kosong yang ditinggalkan, potensi bencana alam, dan angka kecelakaan lalu lintas yang harus ditekan,” ujar Kombes Rio.
Dalam pengamanan, Polresta Bogor Kota menyiapkan 330 personel. Sementara dari TNI ada sekitar 200 personel, dan tambahan dari berbagai instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Dishub sehingga total mencapai 800 personel.
“Kami juga memohon kepada masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban, bagi yang mudik, insyaallah rumah akan terus kami jaga melalui patroli rumah kosong,” tambah Rio.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyiapkan langkah pengamanan menjelang Hari Raya Nyepi pada 18 Maret, yang berpotensi berdekatan dengan malam takbiran.
Meski jumlah perayaannya di Kota Bogor sedikit, toleransi tetap dijaga dengan pengaturan skema takbiran yang tertib.
Terkait titik rawan, Rio menyebutkan potensi bencana alam berada di wilayah Bogor Selatan, sementara kemacetan diperkirakan terjadi pada H+1 Lebaran akibat limpahan kendaraan dari Kabupaten Bogor yang melewati jalur Tajur dan Ciawi.
Pihak kepolisian juga mengantisipasi titik rawan kebakaran di permukiman padat serta tindak kriminalitas seperti pencurian.
“Semua potensi rawan sudah kami deteksi dan lakukan mitigasi agar masyarakat bisa aman dan tertib,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati