RADAR BOGOR – Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota mulai memetakan potensi kemacetan serta titik rawan kecelakaan menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Kasat Lantas Polresta Bogor Kota AKP Robby Rachman mengatakan, Kota Bogor menjadi salah satu jalur alternatif atau jalur imbangan apabila terjadi kepadatan di kawasan Puncak yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, ketika jalur Puncak mengalami lonjakan kendaraan, arus lalu lintas akan dialihkan ke sejumlah ruas jalan di Kota Bogor, salah satunya kawasan Tajur.
“Karena posisi kita sebagai jalur imbangan dari Polres Bogor, nanti kalau jalur Puncak mengalami kepadatan, arus lalu lintas akan dialihkan ke jalur Tajur dan sekitarnya. Kendaraan juga bisa dialihkan dari Simpang Jambu Dua ke Jalan R3 yang berfungsi sebagai jalur arteri,” ujar AKP Robby Rachman, Rabu, 11 Maret 2026.
Selain berpotensi terjadi kepadatan kendaraan, kawasan Tajur juga menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas yang menjadi fokus pengawasan petugas.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satlantas Polresta Bogor Kota akan mengerahkan hampir seluruh personel lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat.
“Selama Operasi Ketupat, kami melibatkan hampir seluruh personel lalu lintas di sekitar 48 titik atau pos gatur yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polresta Bogor Kota, untuk personel yang disiagakan di titik rawan macet atau rawan laka, total ada 98 personel,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan dua tim pengurai kemacetan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kepadatan kendaraan.
AKP Robby menjelaskan, masing-masing tim terdiri dari sekitar 13 personel yang disiagakan di sejumlah titik strategis.
“Satu tim pengurai kami tempatkan di Baranangsiang, dan satu lagi disiagakan di Pos 6 Ambon, Simpang Bogor, di kawasan Bondongan juga kami siagakan personel. Intinya, semua anggota kami gelar di lapangan guna terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” katanya.
Ia menambahkan, potensi kepadatan kendaraan menjelang Lebaran diperkirakan mulai meningkat pada H-3 Idulfitri. Namun demikian, pihaknya justru memberi perhatian lebih pada arus balik atau H+ Lebaran.
Sebab, Kota Bogor dikenal sebagai kota yang banyak ditinggalkan warganya saat mudik, yeya[o kembali ramai ketika masa libur Lebaran berlangsung.
“Untuk potensi kemacetan menjelang Lebaran, kita fokus pada H-3, karena Bogor merupakan kota yang banyak ditinggalkan warga untuk mudik, kami justru lebih fokus pada pengamanan H+ Lebaran,” jelas AKP Robby.
Pada masa tersebut, selain arus balik pemudik, kepadatan juga dipicu meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Puncak serta masyarakat yang datang ke Kota Bogor untuk berburu kuliner. (uma)
Editor : Eka Rahmawati