Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Immerzoa Hadir di Museum Zoologi Bogor, Teknologi Imersif yang Ajak Pengunjung Menjelajah Dunia Fauna

Dede Supriadi • Kamis, 12 Maret 2026 | 08:49 WIB

Pengunjung dapat menikmati ruang imersif Immerzoa di Museum Zoologi. Teknologi visual interaktif ini menghadirkan cara baru mengenal keanekaragaman fauna Indonesia secara lebih menarik dan edukatif.
Pengunjung dapat menikmati ruang imersif Immerzoa di Museum Zoologi. Teknologi visual interaktif ini menghadirkan cara baru mengenal keanekaragaman fauna Indonesia secara lebih menarik dan edukatif.

RADAR BOGOR – Museum Zoologicum Bogoriense atau Museum Zoologi Bogor terus melakukan pembaruan untuk meningkatkan daya tarik wisata edukasi sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai pusat pembelajaran keanekaragaman hayati.

Inovasi terbaru yang dihadirkan Museum Zoologi adalah Immerzoa, sebuah ruang berbasis teknologi imersif yang dirancang untuk memberikan pengalaman interaktif kepada pengunjung saat menjelajahi dunia fauna.

Pengembangan fasilitas di Museum Zoologi ini dilakukan oleh PT Mitra Natura Raya bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mendapat dukungan dari brand telekomunikasi SIMPATI.

Melalui kolaborasi tersebut, museum tidak hanya menampilkan koleksi spesimen satwa, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang lebih hidup dengan narasi edukatif yang memperkaya pengetahuan pengunjung tentang kekayaan fauna Indonesia.

Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi museum agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan edukasi modern.

Menurutnya, pembaruan ini mengubah konsep museum dari sekadar tempat menyimpan koleksi menjadi ruang pembelajaran yang lebih interaktif dan mendalam bagi masyarakat.

“Transformasi ini menjadikan museum bukan hanya ruang penyimpanan spesimen, tetapi juga pengalaman edukatif yang imersif dan interaktif bagi setiap pengunjung,” ujar Marga.

Ia menambahkan, ruang Immerzoa dirancang untuk memperkaya pengalaman eksplorasi di museum.

Pengunjung tidak hanya melihat koleksi satwa langka, tetapi juga dapat memahami kisah dan fakta menarik tentang fauna melalui visual interaktif yang memikat.

“Immerzoa memadukan teknologi visual dengan pendekatan cerita. Edukasi tentang kekayaan hayati Nusantara kini tidak lagi sekadar menampilkan artefak, melainkan menghadirkan pengalaman emosional yang terasa lebih hidup,” jelasnya.

Sementara itu, Manager Event Department Rizki Ramadhan mengatakan bahwa pada masa soft opening, Immerzoa menghadirkan sejumlah pertunjukan visual dengan sistem pemutaran berulang. Setiap sesi pertunjukan berlangsung sekitar 20 menit.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi bersama SIMPATI membuat ruang tersebut berkembang tidak hanya sebagai instalasi visual, tetapi juga sebagai ekosistem cerita yang lebih dinamis.

“Dengan dukungan SIMPATI, Immerzoa berkembang menjadi pengalaman naratif yang melampaui konsep museum statis,” ungkap Rizki.

Saat memasuki tahap grand opening, pengalaman Immerzoa akan membawa pengunjung melalui tiga tahapan cerita yang emosional. Dimulai dari kesadaran bahwa bumi adalah rumah bersama bagi seluruh makhluk hidup.

Selanjutnya, pengunjung diajak menyelami kekayaan fauna Indonesia yang terbentang dari garis Wallace hingga Weber.

Pada fase terakhir, pengunjung akan dihadapkan pada realitas krisis ekologi dan ancaman hilangnya habitat satwa liar.

Alur cerita tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam dan satwa Indonesia.

Selain ruang imersif, museum juga menghadirkan inovasi Interactive Book di area Mamalia yang merupakan persembahan dari SIMPATI.

Instalasi ini memadukan buku fisik dengan teknologi animasi digital yang muncul secara otomatis ketika halaman dibuka.

Buku interaktif berjudul Aira & Para Penjaga Hutan mengisahkan peran penting mamalia dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Cerita tersebut menghadirkan berbagai karakter fauna Nusantara, seperti kukang, bekantan, macan tutul, harimau Sunda, hingga orang utan yang digambarkan sebagai penjaga hutan.

Tidak hanya fokus pada edukasi, pengelola juga menambahkan area komersial untuk melengkapi pengalaman pengunjung.

Area ini menghadirkan Cula Cafe, tempat singgah dengan konsep grab-and-go yang menyediakan minuman, camilan, hingga gelato.

Selain itu, terdapat pula Sora Merchandise, ruang yang menyediakan berbagai produk bertema fauna sehingga pengunjung dapat membawa pulang kenang-kenangan dari pengalaman mereka di museum.

Inovasi di Museum Zoologi ini menjadi bagian dari upaya pengelola Kebun Raya untuk menghadirkan museum yang lebih modern, inspiratif, sekaligus mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian fauna Indonesia. (ded)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #immerzoa #Museum Zoologi