Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, menyampaikan bahwa proses pembongkaran menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Selama pengerjaan berlangsung, kendala yang muncul hanya bersifat kecil dan tidak terlalu menghambat.
Menurut Jenal, kondisi terbaru menunjukkan pembongkaran bangunan pasar telah mencapai kisaran 70 hingga 80 persen, sementara untuk bangunan Plaza Bogor progresnya masih sekitar 20 persen.
Baca Juga: Penumpang Kereta Api Naik 27 Persen Menjelang H-9 Lebaran
“Terakhir Pasar Bogor itu yang pasarnya sudah 70 sampai 80 persenan untuk yang gedung Plaza Bogornya itu kurang lebih di angka 20 persen,” ujar Jenal kepada Radar Bogor.
Pekerjaan pembongkaran tersebut akan dihentikan sementara menjelang Hari Raya Idulfitri. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pekerja yang ingin merayakan lebaran bersama keluarga.
Jenal menjelaskan bahwa kegiatan pembongkaran akan dihentikan mulai H-2 hingga H+2 Lebaran. Setelah masa tersebut berakhir, pekerjaan akan kembali dilanjutkan pada H+3 Lebaran.
Secara keseluruhan, proses pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor ditargetkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan. Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan pemenang lelang, yakni PT Tami Raya Abadi, dengan nilai kontrak pembongkaran mencapai Rp7,5 miliar.
Pembongkaran kedua bangunan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program revitalisasi Pasar Bogor. Nantinya, kawasan pasar tradisional itu akan dikembangkan menjadi pusat perdagangan dengan konsep yang lebih modern.
Selama proses pembangunan berlangsung, para pedagang diminta untuk sementara berpindah lokasi, salah satunya ke Pasar Jambu Dua. Jenal menyebutkan bahwa sebagian pedagang kaki lima sudah melakukan pemesanan tempat di lokasi baru.
Ia menambahkan bahwa seluruh pedagang ditargetkan sudah pindah lokasi paling lambat pada 25 Maret.
Dalam konsep revitalisasi yang sedang disiapkan, kawasan Pasar Bogor nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pasar, tetapi juga akan dilengkapi berbagai fasilitas tambahan. Beberapa di antaranya meliputi hotel, convention hall, area parkir, tenant kuliner, serta pasar tematik yang bersih dan tertata.
Untuk merealisasikan konsep tersebut, anggaran yang dibutuhkan terbilang cukup besar. Nilai investasi revitalisasi Pasar Bogor diperkirakan mencapai sekitar Rp600 miliar.
Jenal menuturkan bahwa konsep pembangunan masih terus dimatangkan. Rencananya, pada tahun 2026 proses beauty contest untuk proyek pembangunan akan mulai dilaksanakan.
Baca Juga: Satu Tahun Danantara: Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional untuk Masa Depan Generasi Indonesia
Adapun proses pembangunan pasar yang baru diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga tahun hingga selesai. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat bersabar selama proses pembangunan berlangsung.
Menurut Jenal, modernisasi Pasar Bogor ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam menjadikan Kota Bogor sebagai kota jasa dan destinasi wisata.(bay)