RADAR BOGOR – Radar Bogor menggelar kegiatan Pesantren Jurnalistik bertajuk Jurnalistik Kreatif di Era Digital di Graha Pena Bogor, Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti belasan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber dari internal redaksi, yakni Pemimpin Redaksi Radar Bogor Koran Ricki Noor Rachman dan Pemimpin Redaksi Radar Bogor Online Lucky Lukman Nul Hakim.
Peserta mendapatkan materi utama tentang cara cepat menulis berita serta teknik menulis artikel yang ramah mesin pencari atau SEO.
Ricki Noor Rachman menjelaskan, peserta tidak hanya mendapatkan teori dasar jurnalistik, tetapi juga memahami alur kerja wartawan mulai dari mencari informasi di lapangan hingga proses penyuntingan di meja redaksi.
Ia menekankan dalam membuat berita, wartawan harus memahami unsur dasar jurnalistik agar informasi yang disajikan lengkap dan mudah dipahami pembaca.
“Berita itu ibarat donat yang membutuhkan bahan-bahan sebelum diolah menjadi sajian yang siap dinikmati,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan, dalam proses penulisan berita, wartawan harus mengumpulkan bahan utama berupa unsur 5W1H, yakni what, who, where, when, why, dan how.
Setelah informasi tersebut terkumpul di lapangan, bahan berita kemudian dibawa ke redaksi untuk diolah oleh redaktur sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
“Ibarat toko donat, redaktur itu seperti chef yang mengolah bahan mentah menjadi sajian yang siap dinikmati,” tuturnya.
Salah satu peserta, Nafisdhia Aufa Fathi Sudandi, mengaku mengikuti pelatihan tersebut untuk menambah keterampilan jurnalistik. Siswi SMPIT Insantama Bogor itu juga ingin memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan dengan mengikuti kegiatan yang bermanfaat.
“Saya mengikuti pelatihan ini untuk menambah skill jurnalistik sekaligus mengisi hari-hari di bulan Ramadhan dengan hal-hal yang bermanfaat,” katanya.
Ia menilai pelatihan tersebut memberikan pemahaman mengenai aturan dasar jurnalistik serta tantangan menulis di era digital. Menurutnya, peserta juga diajak memahami bagaimana mempertahankan kualitas tulisan di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin jarang membaca.
Peserta lainnya, Sofiatin, dosen Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBRA), mengatakan dirinya mengikuti pelatihan tersebut untuk menambah wawasan tentang jurnalistik digital. Ia juga ingin menghubungkan ilmu yang diajarkan di kampus dengan praktik langsung di dunia media.
“Saya ingin menambah wawasan tentang jurnalistik di era digital sekaligus menumbuhkan kembali semangat idealisme dalam menulis berita,” kata Sofiatin.
Ia menjelaskan dalam kegiatan akademik dirinya pernah mengajar mata kuliah penulisan berita, teknik wawancara, hingga penyiaran. Karena itu, ia berharap pelatihan seperti ini dapat menjadi jembatan antara teori di perguruan tinggi dengan praktik nyata di industri media.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan lebih intens dan ke depan dapat bekerja sama dengan pihak kampus,” pungkasnya.
Selain materi pelatihan, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas seperti sertifikat, akses e-paper Radar Bogor, materi digital, serta kesempatan bergabung dalam komunitas lanjutan.(uma)
Editor : Eka Rahmawati