Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Percantik Wajah Kota Bogor, Duit Rp3 Miliar Disiapkan untuk Zona PKL Baru di Jalan Nyi Raja Permas

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 15 Maret 2026 | 16:15 WIB

Jalan Nyi Raja Permas Kota Bogor yang banyak dijadikan tempat PKL.
Jalan Nyi Raja Permas Kota Bogor yang banyak dijadikan tempat PKL.

RADAR BOGOR - Anggaran Rp3 miliar disiapkan Pemerintah Kota Bogor untuk menata PKL di pusat kota. Mereka berencana untuk membangun zona PKL baru di Jalan Nyi Raja Permas.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan pembangunan zona PKL di Jalan Nyi Raja Permas akan dimulai pada tahun ini. Total pedagang yang direlokasi ada lebih dari 300.

“Sudah terkonsepkan PKL Alun-Alun, Dewi Sartika dan Mayor Oking. 420 PKL akan direlokasi ke Jalan Nyi Raja Permas. Belakang Masjid Agung,” jelas Wakil Wali Kota Bogor itu.

Zona PKL Nyi Raja Permas ini akan dibuat semacam hanggar. Ini merupakan konsep yang diminta langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemkot Bogor dalam menyelesaikan masalah PKL. Pembangunan zona PKL baru diharap jadi solusi jangka panjang.

“Akan dibangun hanggar yang nanti penumpang stasiun kereta api yang keluar mengarah langsung ke Nyi Raja Permas. Insya allah akan kita bangun anggaran kurang lebih 2,7 hingga Rp3 miliar,” ungkap Jenal.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, kawasan Jalan Nyi Raja Permas akan dibagi menjadi dua zona utama untuk menampung para pedagang.

Zona pertama diperuntukkan bagi PKL kuliner yang berada dari belakang Masjid Agung hingga Blok F. Sedangkan dari Blok F hingga kawasan Propindo akan dibangun hanggar untuk PKL sayur.

“Jadi di Jalan Nyi Raja Permas ini akan dibagi dua. Ada PKL kuliner. Ini dari belakang Masjid Agung sampai dengan blok F. Nah dari blok F sampai dengan Propindo itu dibikin hanggar untuk PKL sayur,” kata Dedie.

Namun demikian, Dedie mengakui penataan pedagang tidak mudah dilakukan karena jumlah PKL yang kerap berubah.

“Tidak mudah karena jumlahnya tidak stabil, hari ini 200 tiba-tiba nanti 300 jadi memang dinamikanya sangat tinggi,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #pkl #Jalan Nyi Raja Permas