RADAR BOGOR - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang dirilis melalui laman resmi Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) menunjukkan, capaian mata pelajaran Sejarah secara nasional berada di angka rata-rata 62,72.
Meski Sejarah menempati posisi ketiga tertinggi dibandingkan mata pelajaran lain, angka tersebut dinilai masih belum optimal untuk mata pelajaran yang berperan penting dalam menumbuhkan karakter nasionalisme generasi muda Indonesia.
Capaian ini, menempatkan Sejarah pada posisi ketiga tertinggi setelah mata pelajaran Antropologi yang memperoleh rata-rata 70,43 serta Geografi dengan nilai 70,36.
Capaian tersebut tentu menjadi kabar positif bagi mata pelajaran Sejarah.
Namun demikian, angka rata-rata 62,72 masih dianggap sebagai nilai yang relatif biasa dan memunculkan pertanyaan mengenai faktor yang menyebabkan hasil tersebut belum lebih tinggi.
Padahal, Sejarah merupakan mata pelajaran yang tidak hanya memuat pengetahuan tentang peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme kepada generasi muda.
Sejak diperkenalkan di bangku sekolah, pembelajaran Sejarah diharapkan mampu memperkuat karakter dan identitas kebangsaan peserta didik.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah Kota Bogor terhadap hasil TKA Sejarah di Kota Bogor, ditemukan bahwa nilai tertinggi mencapai 94,94 sementara nilai terendah berada di angka 15,5.
Survei tersebut juga mengungkap tiga faktor utama yang memengaruhi rendahnya hasil TKA Sejarah.
Faktor pertama adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap bentuk soal TKA dengan persentase 47,4 persen.
Faktor kedua berkaitan dengan kemampuan literasi siswa yang masih terbatas sebesar 31,6 persen.
Sementara faktor ketiga adalah kurangnya pemahaman terhadap materi Sejarah dengan persentase 26,3 persen.
Ketua MGMP Sejarah Kota Bogor, Hesti Dwi Rachmawati menjelaskan, hasil survei tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah ke depan.
Ia menekankan, pentingnya membiasakan peserta didik menghadapi berbagai bentuk soal TKA melalui latihan rutin di kelas.
Dengan demikian, siswa tidak akan merasa terkejut saat menghadapi soal ujian yang sebenarnya.
“Guru Sejarah perlu membiasakan pemberian bentuk soal dalam latihan sehari-hari sehingga peserta didik tidak kaget lagi saat mengerjakan soal TKA nanti. Termasuk soal-soal berbasis wacana yang memerlukan kemampuan literasi cukup baik. Jangan sampai peserta didik malas membaca soal dan asal-asalan dalam memilih jawaban,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, mata pelajaran Sejarah memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter bangsa.
Sejarah tidak sekadar menjadi mata pelajaran akademik biasa, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai karakter, nasionalisme, serta pemahaman terhadap berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, rendahnya hasil TKA Sejarah dapat menjadi gambaran bahwa kesadaran bersejarah di kalangan generasi muda masih perlu diperkuat.
Sementara itu, Pengawas Pendamping MGMP Sejarah Kota Bogor, Ujang Lukman, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan webinar TERAS (Temu Ajar Sejarah) MGMP Sejarah Kota Bogor 2026 yang digelar pada 26 Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, ia mendorong para guru Sejarah untuk aktif melalui forum MGMP dalam meningkatkan kompetensi profesional serta memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas.
Ia berharap berbagai kegiatan pengembangan guru dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas peserta didik, baik dalam kemampuan mengerjakan soal TKA Sejarah maupun dalam membangun kesadaran sejarah yang lebih kuat.
Baca Juga: Bahaya Microsleep Saat Mudik Lebaran: Kenali Tanda-Tandanya dan Cara Mencegah Agar Perjalanan Aman
Mata pelajaran Sejarah memang memiliki peran penting dalam memperkuat nasionalisme generasi muda, terutama di tengah derasnya pengaruh negatif dalam lingkungan pergaulan saat ini.
Oleh karena itu, sambung dia, guru Sejarah dituntut untuk lebih kreatif dalam menghadirkan pembelajaran Sejarah yang bermakna dan menarik di kelas.
Penyampaian materi yang inovatif serta latihan soal yang relevan, termasuk soal-soal TKA Sejarah, diharapkan dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran Sejarah di sekolah. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim