RADAR BOGOR - Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis atau TBC di Kota Bogor menunjukkan perkembangan positif.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat capaian deteksi kasus TBC pada 2025 melampaui target yang telah ditetapkan.
Kepala Dinkes Kota Bogor, dr Erna Nuraena mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil penguatan skrining dan penemuan kasus TBC secara aktif di masyarakat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis per Desember 2025, capaian terduga TBC sesuai standar pelayanan minimal mencapai 116 persen dari target. Dari target 40.380 orang, jumlah yang berhasil diperiksa mencapai 46.694 orang.
“Capaian ini menunjukkan bahwa strategi skrining yang dilakukan semakin efektif dalam menemukan kasus TBC di masyarakat,” ujar Erna.
Selain itu, notifikasi kasus TBC juga melampaui target dengan capaian 127 persen. Dari target 8.309 kasus, tercatat sebanyak 10.513 kasus berhasil ditemukan dan dilaporkan.
Penemuan kasus TBC pada anak juga menunjukkan hasil positif dengan capaian 122 persen dari target. Dari target 1.604 kasus, jumlah yang ditemukan mencapai 1.964 kasus.
Erna menjelaskan, peningkatan deteksi tersebut tidak lepas dari berbagai strategi yang diterapkan Dinkes Kota Bogor, salah satunya melalui program AKSI GEULIS atau Akselerasi Gerakan Eliminasi TBC Kota Bogor.
Program tersebut menjadi payung bagi berbagai upaya percepatan eliminasi TBC, termasuk skrining aktif atau Active Case Finding di wilayah dengan kasus tinggi.
“Kami mengubah pola skrining dari yang sebelumnya pasif menjadi aktif di masyarakat, terutama di wilayah dengan beban kasus tinggi,” jelasnya.
Selain itu, Dinkes juga menjalankan strategi SIKASEP atau Strategi Integrasi Investigasi Kontak dan Ekspansi Terapi Pencegahan TBC untuk memperkuat penelusuran kontak erat pasien.
Dalam pelaksanaannya, skrining TBC juga diintegrasikan dengan berbagai layanan kesehatan lain di masyarakat, termasuk kegiatan cek kesehatan gratis.
Tak hanya itu, pemeriksaan TBC juga diperluas melalui penggunaan portable X-ray untuk menjangkau masyarakat di wilayah dengan kasus tinggi atau yang sulit mengakses layanan kesehatan.
Dinkes Kota Bogor juga mengembangkan layanan One Stop Service TBC di sejumlah puskesmas.
Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh skrining, diagnosis, pengobatan hingga konseling dalam satu kunjungan.
Meski demikian, Erna mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penanganan TBC di Kota Bogor. Salah satunya terkait investigasi kontak yang belum sepenuhnya optimal.
Saat ini, capaian investigasi kontak baru mencapai sekitar 70 persen dari target. Selain itu, penanganan TBC resisten obat juga masih menjadi tantangan tersendiri.
“Kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar deteksi TBC bisa dilakukan lebih dini,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk lebih dari dua minggu. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci penting dalam memutus rantai penularan TBC.
“Semua layanan TBC di Kota Bogor tersedia secara gratis di puskesmas maupun rumah sakit. Jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk memeriksakan diri,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin