RADAR BOGOR – Proyek pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor terus menunjukkan progres signifikan.
Hingga pertengahan Maret 2026, pengerjaan pembongkaran Pasar Bogor telah mencapai sekitar 80 persen, dengan sebagian besar bangunan lama kini hampir rata dengan tanah.
Aktivitas alat berat masih terus berlangsung tanpa henti, merobohkan bangunan Pasar Bogor berlantai lima yang telah menjadi ikon Kota Bogor sejak era 1970-an.
Di bawah terik matahari, para pekerja tetap memacu pekerjaan demi mengejar target penyelesaian sesuai jadwal.
Pemkot Bogor berencana mengubah kawasan Pasar Bogor tersebut menjadi pusat perdagangan tematik dengan konsep yang lebih modern dan terintegrasi.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, menyampaikan bahwa proses pembongkaran sejauh ini berjalan relatif lancar, meskipun terdapat kendala kecil di lapangan.
“Progres Pasar Bogor saat ini sudah berada di kisaran 70 hingga 80 persen. Sementara untuk bangunan Plaza Bogor masih sekitar 20 persen,” jelasnya.
Meski pekerjaan dikebut, aktivitas pembongkaran akan dihentikan sementara saat periode Hari Raya Idulfitri. Penghentian dijadwalkan mulai dua hari sebelum Lebaran hingga dua hari setelahnya.
“Kami akan menghentikan pekerjaan pada H-2 sampai H+2 Lebaran sebagai bentuk penghormatan. Setelah itu, pekerjaan kembali dilanjutkan pada H+3,” ujarnya.
Secara keseluruhan, proses pembongkaran ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pemenang lelang, yakni PT Tami Raya Abadi dengan nilai kontrak sekitar Rp7,5 miliar.
Pembongkaran ini menjadi tahap awal dari rencana besar revitalisasi kawasan Pasar Bogor. Ke depan, area tersebut tidak hanya difungsikan sebagai pasar tradisional, tetapi akan dikembangkan menjadi kawasan multifungsi yang lebih modern.
Selama proses pembangunan berlangsung, para pedagang direlokasi sementara ke sejumlah titik, salah satunya ke Pasar Jambu Dua.
“Para pedagang kaki lima sebagian sudah memesan tempat relokasi. Targetnya, pada 25 Maret seluruhnya sudah pindah,” terang Jenal.
Dalam konsep yang tengah disiapkan, kawasan Pasar Bogor nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas baru seperti gedung parkir, hotel, convention hall, hingga pusat kuliner dan pasar tematik yang lebih tertata dan bersih.
“Ke depan kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas modern, mulai dari parkir, perhotelan, convention hall, hingga tenant kuliner dan pasar tematik,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan proyek tersebut, dibutuhkan anggaran besar yang diperkirakan mencapai sekitar Rp600 miliar.
Saat ini, konsep revitalisasi masih terus dimatangkan sebelum memasuki tahap pemilihan investor.
“Nilainya kurang lebih Rp600 miliar. Tahun 2026 ini kami targetkan masuk tahap beauty contest,” katanya.
Pembangunan kawasan Pasar Bogor diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses revitalisasi berlangsung.
Dengan konsep baru yang lebih modern, proyek ini diharapkan dapat mendukung visi Pemerintah Kota Bogor dalam mengembangkan kota sebagai pusat jasa dan destinasi wisata yang lebih maju. (***)
Editor : Yosep Awaludin